logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 September 2003 Internasional  
Line

Cina Kurangi 200.000 Militer

BEIJING - Cina mengumumkan pengurangan 200.000 personel dalam militer terbesar di dunia itu pada akhir tahun depan. Pengurangan terbanyak, yaitu 500.000, terjadi pada pertengahan 1990-an. Namun efisiensi itu diharapkan tidak memengaruhi kemampuannya merebut kembali Taiwan jika diperlukan.

Mantan Presiden Jiang Zemin, yang kini menjabat Komisi Militer Pusat, mengumumkan pengurangan itu dalam satu kunjungan ke Changsha, ibukota provinsi wilayah selatan, Hunan, untuk ''mempercepat modernisasi'' Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), kata kantor berita Cina, Xinhua.

''Bentuk perang sedang berubah dari perang senjata ke perang informasi,'' kata Jiang, yang menghadiri perayaan memperingati 50 tahun Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pertahanan Nasional.

''Pengurangan lebih jauh ukuran militer itu akan kondusif untuk memfokuskan sumber-sumber strategi kita yang terbatas dan mempercepat langkah bagi pembangunan informasi militer kita,'' lanjutnya.

Xinhua melaporkan PLA akan dikurangi lagi sebanyak 200.000 sebelum tahun 2005. Cina melangsingkan kekuatan militernya yang 2,5 juta dengan 500.000 pada pertengahan 1990-an guna melakukan efisiensi.

Para pengamat militer Barat mengatakan PLA masih akan tetap dibentuk dan mampu untuk mengklaim kembali Taiwan, atau paling tidak mampu mencegah pulau yang diperintah sendiri itu, yang dianggap Beijing sebagai provinsi yang membangkang, menyatakan kemerdekaan. ''Segalanya akan dipusatkan pada Taiwan,'' kata seorang diplomat Barat.

Cepatnya militer pimpinan AS memperoleh kemenangan di Irak tahun ini mengingatkan Cina seberapa besar uang yang ada untuk memodernisasi Angkatan Bersenjatanya.

Kekuatan Cina

Para pengamat militer Barat memperkirakan kekuatan Angkatan Darat Cina saat ini sekitar 1,7 juta personel, Angkatan Laut 220.000 dan Angkatan Udara sekitar 420.000. Cabang keempat, Korps Artileri Kedua, yang bertanggung jawab atas pasukan bersenjata nuklir, terdiri atas sisa dari jumlah keseluruhan PLA.

Sebuah sumber Cina mengatakan lawatan Jiang ke Hunan juga digunakan untuk mengunjungi tempat kelahiran Mao Zedong, di Shaoshan. Hal itu dimaksudkan untuk menunjukkan fakta bahwa dia masih menjadi Panglima Angkatan Bersenjata.

''Jiang berkunjung ke Shaoshan untuk mengingatkan semua orang bahwa dia masih seorang bos besar,'' kata sumber yang masih terikat dengan militer dan meminta tidak disebutkan identitasnya.

Dia pensiun sebagai pemimpin Partai Komunis, November lalu, pada suksesi kepemimpinan yang teratur pertama sejak tahun 1949 dan sebagai presiden negara Maret lalu. Jiang mengunjungi Shaoshan tahun 1990 setelah menjadi ketua partai setahun sebelumnya.

Pengurangan itu - yang terbesar sejak 1997 ketika Partai Komunis mengurangi PLA sebagai tahap awal sebanyak 500.000 - akan berarti kenaikan gaji dan perbaikan pendapatan bagi para tentara.

Dan jika sejarah sebagai acuannya, hanya sedikit dari mereka yang diberhentikan menjadi pengangguran. Banyak dari mereka akan dimasukkan menjadi Polisi Bersenjata Rakyat yang berjumlah satu juta, yang akan berfungsi sebagai polisi antihuru-hara dan aparat keamanan di kompleks-kompleks pemerintahan dan kedubes-kedubes asing.(rtr-niek-ant-46)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA