logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 September 2003 Internasional  
Line

Konflik Arafat-Abbas Makin Parah

RAMALLAH - Perebutan kekuasaan antara Presiden Palestina, Yasser Arafat, dan Perdana Menteri Mahmud Abbas telah menjadi begitu parah sehingga keduanya tidak dapat lagi bekerja sama, demikian menurut pemimpin DPR Palestina.

''Konflik telah menjadi tidak dapat ditoleransi, karena perbedaannya begitu besar sehingga kedua pimpinan itu tidak dapat bekerja sama lagi,'' kata Ahmad Qorei kepada harian Al-Ayam edisi Senin kemarin.

''Perselisihan itu tidak dapat diselesaikan kecuali mereka setuju bekerja bersama-sama,'' jelasnya.

Arafat dan salah satu bekas sekutunya itu, Abbas, terlibat dalam perselisihan yang kian bertambah rumit menyangkut penguasaan aparat keamanan Palestina.

Qorei telah mencoba berupaya menengahi bagi dicapainya satu kompromi, tetapi sejauh ini dia tetap belum berhasil.

Qorei mengatakan kepada pers bahwa Dewan Legislatif Palestina, atau parlemen, akan bertemu Kamis lusa, ketika Abbas dijadwalkan menyampaikan pernyataan atas kemajuan yang telah dia capai dalam 100 hari pertama bertugas.

Tidak diketahui apakah dia akan meminta satu pemungutan suara bagi pemberian kepercayaan, dengan satu keberhasilan menerapkan usahanya berdiri di samping Arafat.

Kekalahannya merupakan satu pertanda bagi berakhirnya pemerintahan Abbas. Banyak pengamat telah meramalkan bahwa Qorei tampaknya akan menggantikan Abbas jika dia jatuh.

Utusan AS, John Wolf, orang yang ditugasi Presiden George W Bush untuk mengawasi pelaksanaan peta jalan bagi perdamaian, telah mengatakan kepada Qorei bahwa Washington tidak mentolerir kejatuhan pemerintahan Abbas, demikian menurut sejumlah sumber Palestina.(ant-46)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA