logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 September 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Akhiri Isolasi, Warga Bangun Jembatan Bambu

BUMIAYU - Warga Dukuh Kubangsari, Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, kini mulai sedikit bernafas lega. Karena jembatan bambu sepanjang 50 meter dan lebar empat meter hasil swadaya murni warga, selesai dibangun.

Selesainya pembangunan itu diharapkan dapat mengobati kekecewaan puluhan tahun karena merasa terisolasi dari kemajuan pembangunan.

Selama ini, warga di kaki Gunung Slamet itu, susah untuk keluar atau berkomunikasi dengan desa lain. Hal itu akibat tidak ada jalan alternatif menuju daerah perkotaan. Kalau ingin keluar menuju kota, mereka harus rela menempuh jarak sepanjang lebih dari lima kilometer untuk mencapai pusat pemerintahan Desa Pruwatan.

Seperti di alami anak-anak sekolah, dan bakul sayuran yang akan memasarkan dagangannya di Bumiayu Kota dan Kecamatan Paguyangan. Umumnya mereka harus keluar biaya transportasi cukup lumayan. Ini mengingat jalur sejauh itu, melewati jalan yang tidak mulus, berkelok, dan naik turun.

Sebagai gambaran, sebelum jalan alternatif dibangun, warga Dukuh Kubangsari yang akan ke Desa Pruwatan harus menempuh jalur memutar.

Yakni, melewati Cinanas-Karanggempol-Tegal Mundung, kemudian baru masuk Desa Pruwatan. Sekarang setelah jalan setapak dilebarkan menjadi empat meter, cukup menyeberang jembatan darurat Sungai Pemali sepanjang 50 meter. Dengan demikian, jarak yang harus ditempuh hanya 1,5 Km.

Menempuh medan seperti di atas, butuh ketenangan dan kehati-hatian. Karena jarak sejauh itu, sering menyita waktu cukup lumayan. Karena itu, warga mengaku kesulitan untuk berhubungan dengan pihak di luar pedukuhan tersebut. Dampak lain, hampir tidak pernah terdengar ada pejabat dari Pemkab Brebes yang mau melongok kondisi pedukuhan tersebut.

''Sekarang dengan selesainya pembangunan jembatan bambu itu, warga di situ berharap tidak akan terisolasi. Jarak yang ditempuh menuju pusat perkotaan juga lebih pendek,'' papar Badar Syamsi (37) Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Pruwatan.

Jalan Alternatif

Sebenarnya, masalah yang dihadapi warga untuk melepas dari keterisolasian, bukan sekadar membangun jembatan bambu. Melainkan perlu membangun jalan alternatif yang menghubungkan pedukuhan tersebut dan pusat pemerintahan desa.

Jalan alternatif yang dibangun, untuk memotong jalur sepanjang lima kilometer tersebut menjadi 1,5 Km. Meski jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh, lantaran jalan setapak itu medannya berkelak-kelok dan naik turun, membuat warga susah dan enggan untuk melewati.

Demikian juga yang banyak dirasakan warga di luar pedukuhan itu. Mereka akan berpikir jauh jika ingin ke Dukuh Kubangsari. Itulah sebabnya, pembangunan fisik dan kemajuan dukuh tersebut jauh tertinggal dibandingkan dengan pedukuhan lainnya.

Untuk membangun jalan alternatif, kata Achmad (63) warga Desa Pruwatan, juga bukan sesuatu yang mudah. Atas dasar pengertian bersama dan demi lancarnya roda perekonomian, banyak warga merelakan tanahnya dijadikan jalan alternatif. Baik dari warga Desa Pruwatan maupun Dukuh Kubangsari.

Akhirnya, setelah pihak BPD, Kades, dan sejumlah tokoh masyarakat melakukan pendekatan ke warga yang bakal tanahnya terkepras pelebaran jalan alternatif, jalan tersebut dapat diwujudkan. Jalan setapak 0,5 meter sepanjang 1,5 Km, akhirnya dapat dilebarkan menjadi empat meter.

Setelah jembatan bambu dan jalan alternatif dibangun, warga berharap pejabat Pemkab Brebes mau menengok kondisi desa dan pedukuhan tersebut. Sebab, jika sering ditinjau akan meningkatkan pembangunan fisik yang berdampak pada kemajuan ekonomi desa secara menyeluruh.

Paling tidak jika jalan alternatif tersebut dapat terus ditingkatkan statusnya hingga menjadi jalan daerah atau provinsi, tentu akan meningkatkan mobilitas pertumbuhan ekonomi desa bersangkutan. Kini, kendati dengan kondisi kualitas jalan yang sangat sederhana, warga banyak menikmati berbagai keuntungan dan kemudahan.(D12-34s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA