
| Selasa, 2 September 2003 | Jawa Tengah - Banyumas |
60 Rumah Diasapi AntinyamukPURBALINGGA- Buntut dari keluhan sakit puluhan warga Dukuh Merden, Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang yang gejalanya mirip chikungunya, Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (DKKS) melakukan pengasapan nyamuk, Senin (1/9), terhadap 60 rumah di RT 2 RW 3 dan RT 3 RW 4. Kegiatan itu dipantau Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular Umum DKKS, Semedi SKM MKes. ''Pengasapan ini akan kami lakukan lagi Senin (8/9) mendatang. Kami mengambil tenggang waktu satu minggu karena nyamuk aedes aegypti membutuhkan waktu 7-10 hari untuk berkembang, dari telur menjadi dewasa. Sekarang yang dewasa diasapi, minggu depan telur nyamuk yang sudah berubah menjadi dewasa diasapi lagi,'' jelasnya, Senin (8/9). Kasubdin Kesehatan Promotif Preventif dan Pencegahan Penyakit (KP4) DKKS Dr Sularso mengatakan, setelah pihaknya melakukan pengobatan massal di Merden Jumat (29/8), ternyata hanya 5 warga yang mengalami gejala sakit mirip penyakit chikungunya, yaitu ditemukan bintik-bintik merah di tubuhnya. Namun dari ratusan warga yang berobat, tidak ada yang mengalami kelumpuhan. ''Sebagian besar mengalami gejala sakit seperti orang kena flu, yaitu demam, tulang pegal-pegal. Adapun yang lima orang mengalami gejala sakit yang disebabkan nyamuk, seperti demam, nyeri persendian lutut, pergelangan tangan, kaki, tulang belakang, dan muncul bintik merah,'' jelasnya. Menjaga Kebersihan Kepala Puskesmas Kalikajar, Kecamatan Kaligondang, dr Veronika Sumartini mengatakan, upaya yang harus dilakukan adalah menjaga kebersihan sehingga wilayahnya terbebas dari nyamuk pembawa penyakit. Tempat-tempat yang bisa menandon air harus dibersihkan. ''Bak mandi, gentong tempat air di dapur, bahkan selokan sekitar rumah harus dibersihkan agar tidak ada nyamuk yang membawa penyakit,'' katanya. Dia menambahkan, gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) perlu dilaksanakan masyarakat agar lingkungannya aman dari penyakit sejenis demam berdarah ini. Seminggu sekali masyarakat melaksanakan PSN di lingkungannya, dengan sasaran upaya 3M, yakni menguras, menutup, dan menimbun barang-barang yang bisa menjadi sarang nyamuk bibit penyakit demam berdarah dan sejenisnya itu. Seperti diberitakan, puluhan warga Dusun Merden sejak seminggu terakhir mengalami gejala mirip penyakit chikungunya. (F10-17i) |