logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 September 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

P3BM Upayakan Stabilkan Harga Bawang

FLUKTUASI harga bawang merah cenderung merugikan petani dan pedagang di sentra bawang Kabupaten Brebes. Bahkan, masalah ini masih menjadi problema yang butuh pemecahan bersama. Baik oleh Pemkab, pemerintah pusat, maupun para petani dan pedagang bawang setempat.

Pemecahan fluktuasi harga tersebut, menjadi impian dan juga harapan para petani. Sebab, dengan harga yang baik, tentu akan mampu meningkatkan kesejahteraan dan taraf kehidupan mereka. Paling tidak dengan harga yang baik atau wajar, petani tidak selalu waswas menghadapi masa panen, yang satu tahun bisa empat kali itu.

Menghadapi problematika seperti itu, Ketua Paguyuban Petani dan Pedagang Bawang Merah (P3BM) H Muhdhori Hanafi merasa berkewajiban memberikan sumbang pikir terhadap persoalan yang kini menjadi ganjalan petani dan pedagang bawang merah di Kabupaten Brebes.

Apa yang akan dilakukan Muhdhori dengan P3BM -nya? ''Saya akan coba pecahkan semua persoalan yang dihadapi teman-teman petani dan pedagang,'' paparnya.

Lelaki yang puluhan tahun menggeluti bisnis produk unggulan itu, mengatakan, untuk menuntaskan fluktuasi harga komoditas asal Brebes itu, butuh kesamaan pandangan dan tujuan antara para petani dan pedagang. Di kalangan petani, perlu diterapkan pola tanam yang benar dengan menaati aturan taman yang dibuat oleh pemerintah. Jika musim kemarau, daerah tertentu yang menggantungkan pada pengairan teknis jangan memaksakan tanam bawang, yang akhirnya membuat biaya produksi tinggi.

''Namun sebaliknya, pemkab juga harus konsisten membagi air pada saluran irigasi yang ada, supaya petani yang seharusnya memperoleh jatah air tetap terjaga,'' ungkapnya.

Muhdhori berpendapat, dam air peninggalan Belanda di beberapa tempat, kini nyaris terabaikan pemanfaatannya. Padahal, lanjut dia, dam tersebut apabila difungsikan kembali akan sangat membantu petani yang pada musim kemarau kesulitan air.

Sistem Ijon

Dalam kaitannya dengan fluktuasi harga bawang di pasaran, lelaki berkulit hitam manis itu tetap berharap ada kedisiplinan petani menghadapi musim panen. Selain harus menjaga produksi yang tinggi dengan kualitas paling baik, mereka tak tergoda oleh penjualan sistem ijon. Penjualan ijon tanaman di lahan, akan membuat bertambahnya barang di pasaran. Jika ini tak diatur, cenderung akan mengacaukan harga. ''Sesuai dengan hukum ekonomi, permintaan tetap barang bertambah harga otomatis anjlok.''

Dalam pengamatan P3BM, penurunan harga bawang di pasar kota besar seperti Jakarta, terjadi akibat pengiriman dari Brebes yang berlebihan. Menurut penuturan dia, pasar Jakarta, maksimal pengiriman 30 truk. Jika melebihi itu, otomatis harga anjlok.

Apakah pengiriman bawang dari daerah lain seperti Sukomoro, Nganjuk, atau Probolinggo (Jatim) tidak akan memengaruhi pasar? Kata Muhdhori, daerah tersebut justru menjadikan Brebes sebagai transit penjualan.(Wahidin Soedja-34s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA