
| Selasa, 2 September 2003 | Budaya |
Amien Rais Berduet dengan Didi KempotKETUA Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Prof Dr HM Amien Rais, Sabtu (30/8) malam lalu duet bersama Didi Kempot dalam "Pergelaran Goyang Bintang Campursari" di Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Acara yang diselenggarakan DPW PAN DIY itu digelar gratis memperingati HUT Ke-5 partai itu sekaligus HUT ke-58 RI. Amien Rais tampil diiringi Orkes Campursari Wiji Laras, Pandak, Bantul. Selain Amien dan Didi Kempot, acara dimeriahkan oleh artis lokal, seperti Ririn Puspita, Risma, Watik, dan Lissa Bella. Alunan lagu campursari itu, betul-betul mengobati kerinduan masyarakat terhadap suara merdu pelantun lagu "Sewu Kutho" tersebut. Kebetulan, penyanyi campursari Didi Kempot mampu tampil agresif dan komunikatif selama membawakan nomor-nomor hits-nya. Adik kandung pelawak Srimulat, Mamik Prakoso, itu membawakan lagu "Sewu Kutho", "Layang Kangen", "Stasiun Balapan", "Pelabuhan Tanjung Emas". Ribuan kader partai berlambang matahari terbit tersebut betul-betul terhibur setelah menyaksikan penampilan Didi Kempot. Apalagi Sentot, adik kandung Didi Kempot, ikut tampil duet melantunkan "Cintaku Sekonyong-konyong Kodher" dan "Joko Lelur". Dua artis penyanyi spesial campursari asal Solo itu mendapat sambutan hangat ribuan penonton. Kehangatan dan kemeriahan itu makin komplit ketika Amien Rais duet bareng Didi Kempot. Mereka melantunkan "Ojo Dipleroki" dan "Ayo Mesem". Dua lagu yang dibawakan Amien Rais dan Didi Kempot itu cukup menyejukkan hati ribuan kader PAN. Beri Penghargaan Usai duet bersama Didi Kempot, Amien Rais memberi award berupa piagam dan plakat kepada Didi Kempot. Menurut Amien, seniman Didi Kempot layak mendapat penghargaan sebagai "patriot kesenian". Selain itu, kebetulan juga Didi Kempot dilahirkan dari kalangan wong cilik. Dari perjalanan yang cukup melelahkan dan menyakitkan itu, Didi Kempot kini berhasil menjadi seniman besar di bidangnya. Karena itu, sudah selayaknya apabila PAN sebagai partai politik yang peduli terhadap wong cilik memberi penghargaan. Menurut Wakil Sekretaris DPW PAN DIY, Suryo Hardihandoyo, pergelaran tersebut terselenggara atas kerja sama DPW PAN DIY dengan Pusat Pengembangan Budaya (Pusbangdaya). "Sudah saatnya PAN Budaya peduli terhadap seni tradisional, karena selama ini orientasi ruang geraknya juga masuk ke sana. PAN Budaya tak segan-segan mem-back up kesenian tradisional apa pun, dengan tujuan untuk melanggengkan kebudayaan," kata Suryo.(sgt-41) |