logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 30 Agustus 2003 Surat Pembaca  
Line

Surat untuk Ibu Hanum Kartika

Terima kasih tulisan Ibu Hanum Kartika dalam rubrik Surat Pembaca 23 Agustus 2003, tentang mobilnya yang belum diketemukan. Juga terima kasih untuk beberapa kali pertemuan koordinasi selama ini dengan kami, pengelola Jateng Expo 2003.

Langkah Ibu untuk melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwajib pada saat kejadian, tepat dan pada tempatnya.

Hingga saat ini pun kami secara aktif melakukan koordinasi denga pihak yang berwajib dan berusaha mengikuti upaya menemukan mobil tersebut.

Sekalipun sebenarnya di dalam Karcis Tanda Parkir telah tercantum tulisan, bahwa segala risiko kerusakan dan kehilangan menjadi tanggung jawab pemilik kendaraan sendiri. Dalam hal ini, kami percaya, sebagaimana Ibu percaya, pihak yang berwajib melakukan tugasnya dengan baik.

Koordinasi dengan kami, baik pihak yang berwajib maupun pengelola Jateng Expo sangat kami nantikan, sekalipun bila Jateng Expo 2003 telah selesai. Kami senantiasa berharap mobil ibu dapat diketemukan dengan segera. Letakkan saja kepercayaan kepada pihak yang berwajib.

Pengelola Jateng Expo 2003
Ir Theo Sestu Nugroho

***

Penipuan Lelang

Sehubungan sering terjadinya kasus yang menyatakan telah bekerja sama dengan KP2LN (Kantor Lelang Negara) Semarang dalam rangka penghapusan dan pelelangan kendaraan roda 2 maupun roda 4, dengan ini kami memberitahukan bahwa:

KP2LN Semarang tidak pernah bekerja sama dengan orang untuk melakukan pungutan di masyarakat dalam rangka penghapusan atau pelelangan. Hal ini merupakan tindakan penipuan. Bagi masyarakat yang mengetahui agar melaporkan kepada instansi ini Jl Imam Bonjol 1 di (GKN II Lantai IV) Semarang atau kepada pihak yang berwajib.

Kepala Kantor
Drs Hotman Yusuf

***

Jawaban Rumah Hantu

Menanggapi peristiwa yang dialami Sdri Yani pengunjung di Rumah Hantu di arena Jateng Expo 2003 PT PRPP 9 Agustus lalu, kami sebagai pengelola menyatakan bahwa tindakan indisipliner tersebut benar-benar telah mempermalukan kami.

Setelah diusut, kami menemukan fakta tindakan tersebut dilakukan tenaga kerja yang masih berstatus "magang". Atas tindakan mereka, kami melakukan tindakan penghukuman dan pemecatan kepada yang bersangkutan.

Atas tindakan tersebut, kami sebagai pengelola Rumah Hantu merasa sangat menyesal dan mohon maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa tersebut. Semoga dengan adanya kritik dan masukan yang bersifat membangun, kami akan terus maju sejalan dengan tujuan bahwa kepuasaan pelanggan adalah segala-galanya buat kami.

Sekali lagi kami mohon maaf dan kami mengundang serta menjamin kepada seluruh peminat untuk datang dan membuktikan sendiri bahwa peristiwa tersebut tidak akan terulang lagi.

Martono
Gisikrejo Rt 7/Rw 1
Bandarharjo Semarang

***

Terima Kasih Musica dan Iwan Fals

Tnggal 1 Agustus 2003 di rubrik Surat Pembaca memuat tulisan saya berjudul "Musicaku sayang, Iwan Falasku malang ..." yang isinya tentang kekecewaan saya terhadap hasil rekaman PT. Musica selaku produser eksekutif albumnya Iwan Fals yang bertajuk "Iwan Fals in Collaboration with"

Kali ini saya mengucapkan terima kasih kepada PT Musica yang bersusah payah mencari alamat saya untuk mengganti kaset tersebut dengan yang baru. Hebatnya lagi kaset tersebut diganti dengan compact disc yang langsung ditandatangani Iwan Fals.

Saya sangat salut sekali kepada PT Musica yang begitu cepat menanggapi dan peduli dengan keluhan saya. Kepada penggemar berat Iwan Fals, jangan takut membeli kaset tersebut dengan kejadian yang menimpa saya. PT Musica pasti akan bertanggung jawab.

Masochah
Tambakharjo Rt 3/ Rt I Semarang

***

Rapel Sudah Dibayar

Saya atas nama anggota PWRI mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah, yang telah membayar gaji rapel kenaikan gaji dari Januari - Agustus 2003 pada tanggal 20 Agustus 2003. Semoga pemerintah tetap memikirkan pada kaum wreda (PWRI) untuk tahun tahun selanjutnya.

Soeroto
Bandungan Wtn Rt 7/ Tw 3
Kajen Pekalongan 51161

***

Bantuan SPP Gratis Demak Disalahgunakan

Saya menyambut baik upaya Pemkab Demak memberikan subsidi SPP gratis bagi siswa kelas tiga SMU/MA Se-Kabupaten Demak. Subsidi tersebut sangat membantu meringankan beban bagi orang tua yang tidak mampu.

Tapi patut disayangkan ketika program SPP gratis tersebut dalam pelaksanaannya disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab seperti yang terjadi di MA Ribhul Ulum Kedungmutih. Sekolah ini termasuk yang menerima bantuan SPP gratis.

Pada awal pengajuan permohonan, kepala sekolah tidak menyosialisasi sehingga mereka tidak tahu. Ketika dana cair, tidak diberikan kepada siswa tetapi untuk hura-hura yaitu wisata kepala sekolah dan sebagian guru.

Akibatnya tidak ada siswa yang memanfaatkan bantuan tersebut. Bahkan menyedihkan ada sebagian siswa yang tidak mampu belum bisa mengambil ijazah karena masih harus menanggung tunggakan biaya SPP.

Saya berharap agar Pemkab Demak melalui dinas terkait dapat menindaklanjuti kasus ini dan lebih selektif lagi dalam memberikan bantuan.

Khoirul Lisan
Keluarga Besar Ikatan Alumni
Mad Ribhul Ulum Kedungmutih

***

Pegawai Telkom Kutoarjo yang Jujur

Tanggal 20 Agustus 2003 saya membayar telepon di kantor Telkom Kutoarjo. Karena banyak yang membayar, maka harus antre. Saya lihat dengan mata kepala sendiri sudah 4 kali pegawai yang kelebihan uang pembayaran.

Pertama, lima puluh ribuan satu lembar kemudian dikembalikan oleh pegawai tersebut. Saya duduk cuma satu meteran dari pegawai yang super jujur tersebut. Sementara pegawai yang satunya asyik mengawasi dengan menggunakan komputer. Sibuk melayani.

Kedua, terulang lagi kejujuran orang tersebut. Kelebihan (lebih banyak dari yang pertama) dikembalikan lagi, senilai seratus ribu rupiah.Dan ketiga, dua puluh ribu dikembalikan juga. Rata-rata orang yang membayar tersenyum dan berterima kasih. Senang berhadapan dengan orang begini.

Keempat, lima ribuan dikembalikan pula. Total, seratus tujuh puluh lima ribu rupiah uang dikembalikan kepada pembayar rekening menyerahkan uang lebih. Kalau banyak orang seperti pegawai tersebut, alangkah membahagiakan hidup ini.

KKN banyak sudah di negeri kita ini. Kapan kita bisa maju, kalau tidak dari diri kita sendiri. Salut untuk pegawai kantor Telkom Kutoarjo. Anda layak dapat bintang, Bung.

Oei Tjong Hoo
Jl MT Haryono 57 Rt 3/Rw 11
Kutoarjo, Purworejo


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA