logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 30 Agustus 2003 Sala  
Line

"Rencanakan Vastenburg secara Utuh"

  • Kawasan Perlu Penerangan

KENTINGAN - Sebelum dibangun, kawasan Benteng Vastenburg harus direncanakan secara utuh. Pembangunan tidak boleh dilakukan sepotong-potong. Misalnya, saat ini di salah satu sisinya sudah ada bangunan bank.

"Kawasan itu harus direncanakan dulu secara utuh. Kalau akan dibangun hotel, apakah seluruh lahan nanti digunakan untuk hotel atau ada bangunan-bangunan lain," kata Ketua Pusat Informasi dan Pengembangan Wilayah LPM UNS Ir Kusumastuti MURP, kemarin.

Dia mengatakan, pada masa lalu, kawasan itu berada di pusat pemerintahan dan ekonomi. Beteng tersebut, lanjut dia, berada di antara dua keraton yang menjadi pusat pemerintahan dan berdekatan dengan Pasar Gede yang merupakan pusat perekonomian rakyat. Selain itu, juga berdekatan dengan perumahan pejabat Belanda di Lojiwetan.

Sekarang fungsi-fungsi itu juga tidak jauh berubah. Balai Kota sebagai pusat pemerintahan berada tak jauh dari kawasan itu, lalu keraton, Pasar Gede, dan kantor perbankan. Intinya masih sama, kawasan itu merupakan pusat pelayanan masyarakat, baik dari segi pemerintahan maupun ekonomi. Karena itu, perencanaan yang utuh sangat penting.

"Sebagai civic center, di kawasan tersebut perlu ada ruang terbuka sebagai tempat cultural event, museum, art galery, selain hotel yang direncanakan. Masalahnya sekarang, bagaimana Pemkot melihat potensi kawasan itu," jelasnya.

Soal bangunan, dia mengatakan, Benteng dan paritnya memang menjadi bagian yang perlu dilestarikan, karena merupakan bagian masa lalu yang menjadi identitas kota.

Hal senada dikemukakan Ketua Jurusan Arsitektur UNS Ir Hardiyanti. Pembangunan kawasan itu harus melihat tata ruang secara menyeluruh. Dia menegaskan, pemerintah perlu melestarikan nilai-nilai budaya yang ada di kawasan tersebut.

"Perlu dilihat nilai-nilai yang bermanfaat bagi masyarakat. Tak hanya materi, tetapi juga nilai-nilai budaya yang dapat ikut mencerdaskan masyarakat," ujarnya.

Beri Penerangan

Kawasan bekas Benteng Vastenburg yang kini kurang terawat dan tak lagi dikelilingi pagar seng itu diminta untuk diberi penerangan. Jika tidak, tempat tersebut bakal rawan kriminalitas atau hal-hal yang tak diinginkan.

"Tempat itu rawan kriminal, karena sekarang pagarnya sebagian besar ambruk. Harusnya diberi penerangan agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan," ujar Drs Budi Soeharto, Kasubdin Penagihan Dinas Pendapatan Daerah Kota Surakarta, saat ditemui di kantornya kemarin.

Dari pengamatan Suara Merdeka, kawasan yang berada di pusat kota dengan luas tak kurang dari empat hektare itu memang tak lagi tertutup pagar seng di beberapa sisi. Pagar yang mengitari banyak yang rubuh atau diambil orang lantaran telah usang. Tanaman liar memenuhi kawasan itu, dan tak ada penerangan satu pun di tempat itu. Praktis, ketika malam tiba, kegelapan menyelimuti tempat yang dulu menjadi pusat pertahanan tentara Belanda.

Namun lantaran kawasan tersebut kini milik perseorangan, Pemkot tak lagi bisa mengharuskan adanya penerangan di tempat itu. Pemkot hanya sebatas mengimbau pemiliknya.

Jika kawasan tersebut masih tertutup pagar seng, dia menyilakan pemilik tak memasang penerangan, karena tak banyak orang yang berada di sekitar kawasan. Namun kalau terbuka dan bisa dimasuki orang, tetap harus diberi penerangan untuk keamanan dan menjauhkan kesan mesum.

"Kalau pemilik keberatan membiayai pengadaan penerangan di kawasan itu, bisa dilakukan dengan menggandeng pihak ketiga. Lokasi itu cukup strategis, sehingga bisa diberdayakan. Misalnya pihak ketiga memasang reklame di situ dan sebagai kompensasinya mereka memberi penerangan." (F11,G18-17es)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA