
| Sabtu, 30 Agustus 2003 | Sala |
Wali Kota Ajukan MoU Lampu KotaKARANGASEM - Rencana rehabilitasi lampu-lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) Kota Solo yang dilaksanakan Pemkot Surakarta bekerja sama dengan PT Fokus Indo Lighting (FIL) Jakarta, untuk kali pertama dibahas di DPRD setempat, kemarin. Pembahasan diawali nota penjelasan Wali Kota H Slamet Suryanto, di depan rapat paripurna Dewan. "Pelaksanaan rehabilitasi lampu PJU diharapkan dapat dimulai September 2003, sehingga tahun depan Kota Surakarta telah berubah penampilannya. Rehabilitasi akan dilaksanakan investor yang mendanai terlebih dulu, dalam hal ini adalah PT Fokus Indo Lighting Jakarta," kata Wali Kota. Menurutnya, pekerjaan itu akan menelan dana sebesar Rp 22.531.240.201, dan dibayar pada APBD 2004 selama dua tahap, dengan memperhatikan faktor bunga yang berlaku. Pada draf Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkot Surakarta dan PT FIL, kebutuhan biaya tersebut sudah termasuk PPn dan PPh, namun belum termasuk bunga investasi. Lebih rinci disebutkan dalam draf, pengembalian investasi rehabilitasi PJU itu dilaksanakan dalam dua tahap. Pertama, pada Maret 2004 sebesar 50 persen dari nilai kontrak, ditambah bunga sebesar 16 persen per tahun. Hal itu sebagai pembayaran tahap I Pemkot, setelah pekerjaan selesai 100 persen. Kedua, sisanya 50 persen sisanya, dibayarkan tahap II pada September 2004, juga ditambah bunga 16 persen per tahun. "Apabila Pemerintah Kota Surakarta mempunyai kemampuan anggaran yang memadai, jadwal pengembalian investasi dapat dipercepat dari waktu yang telah ditetapkan," demikian salah satu bagian draf MoU tersebut. Lampaui Usia Teknis Lebih lanjut Wali Kota mengatakan, secara keseluruhan, saat ini Pemkot Surakarta memelihara 8.000 titik lampu, di mana 50 persen lebih sudah melampaui batas usia teknis. Karena itu, perlu peremajaan serta penyebaran lampu ke berbagai penjuru agar lebih merata. "Selain itu, keberadaan lampu-lampu PJU selama ini masih menggunakan tiang-tiang listrik milik PLN, sehingga belum mandiri," ujarnya. Secara ringkas pekerjaan rehabilitasi lampu PJU tersebut, menurutnya, terbagi dalam beberapa bagian. Di antaranya pembongkaran tiang pada ruas jalan protokol dan beberapa ruas jalan lain sejumlah 212 buah. Lalu pembongkaran ornamen pada 50 ruas jalan sebanyak 1.006 buah, pembongkaran armatur pada 50 ruas jalan sejumlah 1.215 buah, dan pemasangan tiang baru pada 50 ruas jalan, termasuk jalan protokol, sejumlah 476 buah. Selanjutnya, pemasangan ornamen pada 50 ruas jalan sejumlah 853 buah, pemasangan armatur lama (bekas bongkaran) pada tujuh ruas jalan sebanyak 309 buah, dan pemasangan armatur baru pada 45 ruas jalan termasuk jalan protokl, sejumlah 1.883 buah. Di samping itu, pemasangan KWH Meter pada rangkaian lampu yang mencakup 79 ruas jalan, termasuk pemasangan panel sejumlah 202 buah. "Dengan pemasangan KWH Meter, diharapkan dapat diketahui secara pasti, pembayaran pemakaian daya listrik PJU kepada PLN. Selama ini, pembayaran kepada PLN dihitung secara global rata-rata pemakaian, dengan jumlah titik lampu yang ada," jelas Wali Kota. Rehabilitasi PJU itu dilengkapi pemasangan lampu highmast berketinggian 25 meter sebanyak 10 unit. Setiap unit memiliki enam buah lampu, masing-masing sebesar 1.000 watt. Sepuluh unit lampu hias standar dan digital, juga akan dipasang pada lokasi-lokasi strategis guna keindahan kota.(D11-17) |