logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 30 Agustus 2003 Sala  
Line

Gelar Budaya "Untukmu Indonesiaku" di Keraton

Panitia Bagikan 200 Paket Bahan Pangan

KERATON SURAKARTA - Panitia gelar budaya "Untukmu Indonesiaku" kemarin mengadakan bakti sosial, membagi-bagikan 200 paket lebih berisi beberapa jenis bahan pangan kepada warga Kelurahan Baluwarti, Keraton Surakarta.

Setelah itu diadakan kirab keliling Kota Solo para tokoh dan seniman yang akan tampil Sabtu malam Minggu ini. Semalam diadakan geladi bersih penyajian gelar budaya tersebut.

"Kami ingin mengklarifikasi kesalahan persepsi dalam penulisan, karena kami dikomplain para peserta pendukung acara ini. Anggaran Rp 3 miliar itu adalah rencana biaya renovasi museum (Art Gallery Keraton Surakarta-Red). Dana itu bukan untuk membayar para pendukung acara budaya ini. Mereka malah datang mengeluarkan uang selain sebagai penyaji," tegas Ketua Panitia Pelaksana RAy Febri Haryu Apsari kepada sejumlah wartawan di Bangsal Smarakata, kemarin.

Dia menyebutkan, para penyaji yang terdiri atas bintang-bintang terkenal dan profesional di bidangnya bersedia datang dan mendukung acara ini dengan honor 50% atau tidak sama sekali. Mereka justru mengeluarkan uang untuk menyumbang museum. Karena itu, tandas dia, anggaran Rp 3 miliar yang pernah disebutkan bukan untuk membiayai acara tersebut, melainkan direncanakan untuk biaya renovasi museum.

Akibat kesalahan persepsi itu, lanjutnya, panitia dikomplain beberapa tokoh pendukung, donatur dan sponsor yang mempertanyakan perencanaan anggaran Rp 3 miliar itu.

Penjelasan mengenai hal itu juga disampaikan BRAy Mooryati Soedibyo, sentana dalem trah keturunan Sri Susuhunan Paku Buwono X dan pengusaha kosmetik Mustika Ratu selaku wakil ketua panitia.

"Saya sebagai salah seorang yang terlibat dalam acara itu justru mendukung sepenuhnya dan tidak minta imbalan. Semua ini untuk pemeliharaan dan pelestarian museum. Kita wajib bangga, baik sebagai putri Solo maupun bangsa yang memiliki aset peninggalan sejarah semacam ini," tutur wanita awet ayu yang kini berusia 75 tahun itu.

Dukungan sepenuhnya saat itu juga disampaikan oleh GRAy Koes Moertiyah, salah seorang putri Sri Susuhunan Paku Buwono XII yang akan menyuguhkan sebuah tari bedhayan sekaligus menjadi salah seorang penari di antara sembilan penarinya. Artis sinetron sekaligus penari yang dosen tari di IKJ Nungky Kusumastuti sebagai salah seorang putri Solo juga bangga terlibat dalam kegiatan tersebut.

"Saya baru kali pertama datang di Solo. Saya bangga setelah melihat peninggalan sejarah di sini. Terlebih ketika saya dilibatkan untuk mendukung acara ini," tutur Putri Indonesia 2002 dan 2003. Pernyataan itu dibenarkan oleh para tokoh wanita Solo sukses lain, yaitu KRAy Trisutji Kamal dan Danarsih Santosa, pemilik Batik Danar Hadi.

RAy Febri menyebutkan, panitia pertunjukan yang dirancang dalam format pesta kebun dengan kurang lebih 100 meja dan 750 kursi itu tidak menjual undangan atau tempat duduk. Namun, para peminat diharapkan menyumbang sedikitnya Rp 500.000 untuk undangan bronze (perunggu), Rp 1 juta silver (perak) dan gold (emas) Rp 1,5 juta.

Dalam kesempatan itu, Sri Susuhunan Paku Buwono XII akan menganugerahkan penghargaan kepada sejumlah wanita Solo yang sukses, baik yang tinggal di Kota Bengawan maupun di tempat lain seperti Jakarta. Mereka antara lain KMAy Retno Maruti, RAy Nungky Kusumastuti, RAy Rini Suwandi (Memperindag), RAy Nina Akbar Tandjung (istri Ketua DPR RI), dan lain-lain.

"Sekali lagi, ini bentuk kepedulian untuk museum. Termasuk penyelenggaraan gelar busana adat oleh perancang mode Edward Hutabarat beberapa waktu lalu," ujar RAy Febri lagi. (won-17e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA