
| Sabtu, 30 Agustus 2003 | Sala |
Kerja Sama Pemkot-Suara MerdekaTiap Kelurahan Akan Dibuatkan Papan BacaJEBRES-Papan baca masyarakat di lima wilayah kecamatan hasil kerja sama Pemkot Surakarta dengan Harian Umum Suara Merdeka diresmikan Wali Kota H Slamet Suryanto, Jumat kemarin. Peresmian ditandai dengan pembukaan selubung penutup papan baca yang berada di depan Kantor Kecamatan Jebres oleh Wali Kota. Dalam kesempatan tersebut, dia juga menjanjikan pengadaan papan serupa dipasang bukan hanya di tingkat kecamatan, tapi mencakup 51 kelurahan di Solo. "Jika saat ini baru ada di tiap kecamatan, secepatnya di tiap kelurahan juga akan dipasang barng yang sama," kata dia. Menurut Wali Kota, kerja sama tersebut merupakan bentuk kemitraan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Adanya papan tersebut masyarakat bisa lebih banyak mendapat informasi. Masyarakat berhak untuk memperoleh transparansi informasi pembangunan dan permasalahan yang ada secara gamblang. Karenanya, dia sangat menyayangkan jika sampai ada media yang suka memelintir kata-kata hanya untuk mencari pembenaran baru. "Saya imbau dalam mencermati media masyarakat lebih cermat, dan hati-hati dalam menelaah media, karena ada media yang seringkali dalam penyajiannya kurang bijak." Pengalaman Buruk Dia juga sempat menceritakan pengalaman buruknya ketika keterangannya dipelintir suatu media, sehingga berakibat kurang baik. Dia berharap media massa memilih kata-kata yang lebih santun dan berbudaya. Juga harus berdasarkan fakta. Menurut penuturannya, media massa mempunyai peranan penting dalam memberikan informasi pada mesyarakat. Melalui media pula keberhasilan pembangunan dapat disaksikan masyarakat. Jika berhasil partisipasi masyarakat juga akan meningkat. Kepala Biro Suara Merdeka Solo, Joko Dwi Hastanto dalam sambutannya menyatakan pengadaan papan baca tersebut dilandasi keinginan agar koran sebagai sumber informasi masyarakat bisa dibaca lebih banyak kalangan. Jika per harinya Suara Merdeka beredar sebanyak 50 ribu eksemplar di Solo, dengan asumsi koran tersebut dibaca rata-rata empat orang, pembacanya hanya sekitar 200.000 atau tak ada separo dari jumlah warga. Dengan keberadaan papan baca tersebut, akan lebih banyak lagi yang bisa dijangkau.(C8-42) |