logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 30 Agustus 2003 Sala  
Line

Beri Jalan Pejalan Kaki

PABELAN - Penggunaan trotoar untuk berbagai fungsi seperti PKL dan Bengkel, menurut penuturan staf pengajar transportasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Ir Sriwidodo MT, dapat membahayakan pejalan kaki.

"Memang ada dilema, di satu sisi dengan melihat lapangan kerja yang susah, trotoar dapat memberi nilai ekonomis jika dimanfaatkan untuk berjualan. Namun dari aspek lalu lintas, pemanfaatan trotoar di luar fungsi akan membahayakan pengguna jalan," katanya.

Seperti diberitakan, Kepala Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan(DLLAJ) Solo Ponco Wibowo SH SpN, menganggap pemanfaatan trotoar sebagai usaha bengkel sama dengan PKL yang tidak berizin. Mestinya usaha itu juga ditertibkan.

Alasannya untuk memproteksi pejalan kaki agar bisa memanfaatkan trotoar demi keselamatan dan keamanan. Kalau trotoar dipakai untuk bengkel atau PKL, tak ada tempat untuk pejalan kaki. Jika mereka lewat jalan umum akan mengganggu pengguna jalan dan keselamatannya tidak terjamin (SM: 29/8).

Lebih lanjut Sriwidodo menjelaskan, dengan melihat pertimbangan itu maka seharusnya trotoar dikembalikan pada fungsi semula atau setidaknya tetap memberi tempat untuk para pejalan kaki. Adapun seberapa lebar trotoar, perlu melihat peruntukan bangunan-bangunan di sepanjang jalan, kepadatan lalu lintas jalan, dan sejumlah faktor lain.

"Misalnya seperti di Jalan Gatot Subroto yang merupakan kawasan pertokoan. Volume kendaraan di sana sangat padat, sehingga trotoar sangat penting. Pejalan kaki jangan sampai berjalan di perkerasan jalan," katanya.

Dia menjelaskan, selain membayakan pejalan kaki, alih fungsi trotoar akan membuat arus lalu lintas menjadi terhambat. Karena itu, agar lalu lintas dapat berjalan lancar, masing-masing pengguna jalan harus diberi faslitas.

Untuk membantu para PKL atau unit usaha lain yang menggunakan trotoar, dapat dilakukan dengan cara lain.

"Untuk memajukan perekonomian tidak harus dengan memberi izin penggunaan trotoar, tetapi bisa dengan cara lain. Seperti pelatihan dan pembinaan wirausaha," katanya. (F11-17s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA