logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 30 Agustus 2003 Sala  
Line

Jaring Apung Digulung, Petani Tak Lagi Tangkap Ikan

  • Puluhan Sapi Potong Terancam Mati

BOYOLALI - Jaring apung bantuan Gubernur Jateng untuk warga Kedungombo dan Kedungpring, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, sejak musim kemarau tidak bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Warga terpaksa menggulung jaring lantaran genangan Waduk Kedungombo mengering.

Pendamping warga Kedungpring, Boyamin, Jumat kemarin mengatakan, jaring apung bantuan Gubernur Jateng itu digunakan warga untuk menangkap ikan. Melalui jaring apung, warga mendapat penghasilan. Setelah menangkap ikan, warga biasanya menjual ke pasar atau didatangi tengkulak.

Namun sejak musim kemarau, genangan waduk semakin hari semakin menurun sehingga mereka tidak bisa lagi menangkap ikan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sebagian warga bekerja sebagai buruh bangunan atau merantau ke kota.

Dia mengatakan, pada musim kemarau yang berkepanjangan ini, banyak warga Kedungpring menderita. Puluhan hektare tanaman padi di lahan pasang surut gagal panen karena persediaan air tidak ada.

Umur tanaman padi yang gagal dipanen itu baru satu bulan. Karena tidak ada air, batangnya berubah menjadi kekuning-kuningan, akhirnya mati.

''Karena gagal panen, warga beralih ke tanaman palawija. Namun, hasilnya kurang menggembirakan karena kondisi di sekitar genangan juga mengering,'' katanya.

Tenaga Listrik

Sejak tiga bulan lalu warga Kedungpring juga mengeluhkan persediaan air bersih. Dampaknya, puluhan ekor sapi potong, bantuan Gubernur Jateng, terancam mati karena kekurangan air bersih.

Warga terpaksa memberi air genangan waduk yang sebenarnya tidak layak untuk konsumsi sapi potong. Jika tidak segera mendapat air bersih, puluhan ekor sapi potong itu dikhawatirkan akan mati.

Berkaitan dengan air bersih yang minim, Ketua Paguyuban warga Kedungombo-Kedungpring, Darsono mengirim surat kepada Bupati dr H Djaka Srijanta. Dalam suratnya tertanggal 28 Agustus yang ditembuskan ke Kabag Sosial, Kepala Pengendalian Dampak Lingkungan (Pedadal), dan Camat Kemusu itu, Darsono meminta bantuan pompa air tenaga listrik dengan alat pendukungnya.

Sebelum mengajukan bantuan, dia membicarakan hal itu dengan Kepala Kantor Pedadal Boyolali dan pihak PLN Sumberlawang, Sragen. Dalam pertemuan tersebut disekapati untuk menindaklanjuti secara formal pengajuan kepada Bupati Boyolali.

Camat Kemusu, Agus Purmanto SH mengatakan, kegagalan panen pada musim kemarau ini di luar dugaan. Mereka menduga dapat panen padi karena beranggapan kemarau tidak terlalu panjang.

Namun, perkiraan mereka meleset, karena hingga Agustus hujan belum turun. Warga akhirnya beralih ke tanaman palawija.'' Akan tetapi, hasilnya kurang menggembirakan,'' katanya.(shj-14i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA