logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 30 Agustus 2003 Sala  
Line

Bantuan Air Dinilai Tak Mendidik

  • Terkait Bencana Kekeringan

SUKOHARJO - Pemkab Sukoharjo didesak untuk mencari solusi permanen guna mengatasi kelangkaan air di wilayah Sukoharjo khususnya di Kecamatan Weru dan Bulu. Selama ini, langkah yang ditempuh hanya untuk jangka pendek dengan pemberian bantuan air bersih.

''Cara tersebut tidak menyelesaikan masalah dan tidak mendidik,'' tegas Ketua LSM Pondasi Drs Mulyadi.

Dia mengatakan, masalah kekeringan harus ditangani secara serius karena hal itu sudah menjadi penderitaan laten di wilayah Sukoharjo selatan. Dapat dipastikan setiap musim kemarau wilayah selatan selalu mengalami krisis air bersih.

Warga harus berjalan belasan kilometer untuk mencari sumber air, sedangkan yang mampu bisa membeli air dengan tangki. ''Apakah kita harus berdiam diri terus seperti ini? Kalau ada keluhan baru diberi bantuan atau drop air bersih, jelas ini bukan solusi yang tepat.''

Pengedropan air, dia menuturkan, tidak menyentuh pokok persoalan. Sebaliknya, hal itu akan menimbulkan masalah baru. Warga akan terbiasa dengan mental pasrah tanpa usaha.

Di sisi lain, pemberian bantuan air bersih bisa digunakan oknum tertentu untuk meraih kepentingan politis sesaat. Bahkan mereka menjual kekeringan untuk kepentingan kelompoknya. ''Ini yang harus dihindari.''

Sungai Bawah Tanah

Pemkab seharusnya segera membentuk tim khusus untuk meneliti dalam hal pencarian sumber air. Wilayah selatan sebenarnya kaya sumber air berupa sungai bawah tanah. Kalau mengandalkan sumber air artesis, tidak efektif karena kandungan terbatas. Kalau sumber air sudah ditemukan, ujarnya, lantas dilakukan pengeboran.

''Dengan demikian, dapat menjadi solusi permanen terhadap bencana kekeringan di wilayah Weru dan Bulu. Kalau hanya gagal jangan lantas menyerah.''

Dia meminta agar masalah tersebut bisa terangkat dalam perubahan APBD 2003 ini, sehingga Pemkab benar-benar aspiratif terhadap masalah kekeringan di Weru dan Bulu.

"DPRD jangan takut untuk mengalokasikan dana, terkait dengan masalah kekeringan tersebut. Jangan takut tidak akan berhasil. Kalau tidak berhasil saya sanggup membantu. Apabila tidak keluar air dana bisa dikembalikan.''

Sebelumnya, Kepala Kantor Humas Informasi dan Komunikasi (HIK) Pemkab Drs DT Siswadi mengakui, 31 desa di Sukoharjo rawan air bersih. Pihaknya sudah melakukan pengkajian untuk mengatasi hal itu bersama instansi terkait. Dicontohkan, warga Desa Serut, Kecamatan Bulu, memanfaatkan sumber air di desa mereka untuk mencukupi air bersih.(G10-14s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA