
| Sabtu, 30 Agustus 2003 | Sala |
''Wah Wajah Saya Berubah Cantik''SUKOHARJO- Bagaimana bila para ibu anggota Dharma Wanita mengikuti pelatihan memasang konde? Sebagian besar ternyata kaget dan kagum karena tidak menyangka prosesnya cukup njelimet. ''Walah kok repot sekali, ya. Padahal, tadi saat diterangkan cukup mudah. Nyatanya setelah dipraktikkan sulit juga,'' ujar seorang peserta. Menanggapi hal itu, instruktur Ny Budi Hastuti mengatakan, kalau dipelajari dengan saksama, sebenarnya tidak sulit. Kuncinya terletak pada ketelatenan dalam menyiapkan rambut yang akan dipasang konde. Secara gamblang instruktur itu memberikan resep, bagaimana memasang konde yang benar, yaitu dimulai sejak awal menyisir rambut yang dipasangi konde. ''Silakan para ibu memperhatikan dan kalau ada yang belum jelas, bisa ditanyakan langsung kepada saya. Nanti sampai di rumah bisa dipraktikkan,'' ujarnya dengan sabar. Dikatakan, pemasangan konde bagi yang berambut pendek agak sulit. Soalnya, rambut harus dibuat sedemikian rupa agar kalau dipakaikan konde tidak jatuh. ''Bayangkan, kalau sudah dandan rapi dan berangkat menghadiri acara, tiba-tiba kondenya jatuh atau letaknya miring. Tentu si pemakai menjadi sangat malu,'' ujarnya. Beberapa ibu yang sempat dijadikan model sempat pangling dengan wajahnya sendiri. Melalui cermin, mereka berkali-kali mencoba meyakinkan diri bahwa wajah di cermin itu adalah dirinya. ''Bagaimana Bu, sekarang tampak cantik kan. Soalnya, wajah akan tampak semakin cantik bila kita mengenakan pakaian Jawa lengkap dengan konde. Itulah kelebihan kita, wanita Solo,'' imbuhnya diiringi tepuk tangan para ibu. Melatih Mandiri Ketua Seksi Pendidikan Dhama Wanita Persatuan, Ny Sri Rejeki Mahmud S mengatakan, kegiatan yang diikuti 60 anggota diselenggarakan untuk meningkatkan kemandirian dan keterampilan para anggota. Berbagai keterampilan yang terkait dengan keberadaan para ibu akan diberikan secara bertahap. Dalam waktu dekat, pihaknya juga merencanakan memberikan jenis keterampilan lainnya, seperti memasak kue. ''Saya bangga terhadap antusiasme para ibu mengikuti pelatihan,'' tuturnya. Sebab, lanjut dia, selama ini sebagian besar ibu lebih senang langsung berdandan ke salon. Alasannya, lebih praktis dan tidak mau repot. Sebagian lainnya mengaku, tidak tahu bagaimana cara memasang konde. ''Banyak yang beralasan tak mau repot. Tinggal ke salon dan membayar, sudah beres. Padahal, bila bisa dandan sendiri, rasanya tentu lebih bangga.'' (G10-74i) |