logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 30 Agustus 2003 Sala  
Line

Pasar Kabangan Diusulkan Direlokasi

SONDAKAN-Di tengah keinginan Pemkot membangun kembali Pasar Kabangan yang terbakar beberapa waktu lalu, ada usulan agar pasar tersebut dipindahkan. Warga beberapa RW di Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, mengusulkan pasar yang menjual aneka perkakas rumah tangga itu direlokasi.

Alasannya, warga menilai keberadaan pasar di lokasi itu menimbulkan pencemaran sungai dan polusi udara. ''Usulan itu datang terutama dari warga RW V yang berbatasan langsung dengan pasar. Mereka mengeluhkan bau tak sedap dari tempat itu,'' ujar Lurah Sondakan, Suwoto SH, ketika ditemui Suara Merdeka, kemarin.

Dituturkan, pasar tersebut menjual drum-drum dan perkakas bekas dari pabrik. Kebanyakan barang yang dijual merupakan drum bekas atau tong plastik tempat bahan kimia. Para pedagang membersihkan drum-drum tersebut di pelataran pasar atau di sungai.

Pencemaran tersebut, lanjut dia, berasal dari sisa-sisa bahan kimia yang dibuang ke sungai. Hal itu menyebabkan sungai tercemar sekaligus menimbulkan bau tak sedap.

Sentra Batik

Usulan warga untuk merelokasi pasar, juga dilandasi pertimbangan lain. Menurut penuturan dia, kawasan Kecamatan Laweyan dulunya terkenal sebagai sentra kerajinan batik tulis. Namun seiring perkembangan zaman, batik tulis semakin langka. Akhirnya, jenis kerajinan ini ditinggalkan karena prosesnya terlalu lama.

Peralatan tradisional pembuat batik tulis tersebut sudah jarang digunakan, sehingga kini menjadi barang langka. Karena itu, mereka mengusulkan agar bekas pasar tersebut digunakan untuk museum batik.

''Ada empat kelurahan di Kecamatan Laweyan yang dulunya menjadi pusat batik, yaitu Sondakan, Laweyan, Bumi dan Pajang. Tengah-tengahnya ya tepat berada di Pasar Kabangan. Jadi tepat kalau tempat itu menjadi museum batik,'' katanya.

Museum batik tersebut, menurut Suwoto, akan menjadi tempat memamerkan peralatan pembuat batik tradidional yang sudah mulai langka. Kini, oleh beberapa pengusaha batik, peralatan tersebut masih disimpan meski sudah tak digunakan.

Lebih lanjut dia menuturkan, usulan warga tersebut sebenarnya sudah tercetus lama, sebelum pasar terbakar. Rencananya juga akan dimasukkan dalam Musayawarah Kelurahan Membangun (Muskelbang) lalu, tapi urung lantaran pasar baru saja terbakar.

Ditanya mengenai alternatif tempat baru, dia mengatakan warga belum berpikir sejauh itu, baru tahap mengusulkan relokasi. ''Lokasinya mungkin Pemkot lebih tahu jika usulan tersebut diterima. Sebenarnya warga sejak lama sudah meresahkan masalah bau dan pencemaran sungai.''

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Ir Sundjojo mengemukakan saat ini tahap pembangunan pasar tersebut baru menginjak pembuatan desain. Sesuai permintaan pedagang, bentuk bangunan tak akan banyak mengalami perubahan. (G18-17)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA