
| Sabtu, 30 Agustus 2003 | Olahraga |
Laga Pertama setelah Empat Tahun AbsenMALAM nanti Kompetisi Seri A Liga Italia kembali bergulir, dengan partai pembuka antara tuan rumah Reggina melawan Sampdoria. Bagi Sampdoria, pergulatannya di Seri A merupakan yang pertama setelah absen selama empat tahun. Kesebelasan dari Kota Genoa itu pernah menjadi tim yang tak hanya ditakuti di Italia saja, tetapi juga Eropa. Bahkan mereka pernah menjadi finalis Piala Champions. Namun, di akhir dasawarsa 1990-an prestasinya anjlok. Kini, mereka bangkit lagi. Bahkan ada yang memprediksi tim asuhan Walter Novellino itu paling tidak akan memperoleh tiket ke Piala UEFA tahun depan. Keberhasilan mereka kembali ke kancah bergengsi itu direspons dengan keseriusan dalam kancah perburuan pemain. Pada calciomercato, tim ini antara lain berhasil mendapatkan gelandang menyerang Cristiano Doni dan penyerang Massimo Marazzina. Penyerang asal Jepang, Atsushi Yanagisawa juga direkrut I Bluecerchiati. Mereka juga berhasil mendatangkan Massimo Donati dan pemain yang sebelumnya membela Atalanta, Christian Zenoni. Kekuatan barunya, ternyata membawa hasil mengesankan saat uji coba. Ketika menjamu klub Spanyol, Racing Santander, Fabio Bazzani cs menang 2-1. Dalam tes pra-musim lainnya, Siena yang juga baru promosi dihempaskannya 0-3. Setelah uji coba yang mengesankan, kini giliran Novellino menerapkan strateginya di ajang sesungguhnya, kompetisi. Berawal di Stadion Oreste Granillo, malam nanti, prospek Sampdoria sedikit bisa ditebak. Seri B Lawannya, Reggina adalah tim yang sebelumnya sudah bercokol di Seri A. Ketika sama-sama di Seri B pada musim kompetisi 2001/2002, Reggina sukses naik kelas, sementara Sampdoria gagal. Dalam dua pertemuan pada periode itu, Reggina menang sekali dan satu lagi berakhir seri. Seri terjadi saat pertandingan berlangsung di Stadion Luigi Ferraris, Genoa. Ketika pertandingan berlangsung di Stadion Oreste Granillo, tuan rumah menang 2-0. Salah satu gol dibuat Francesco Cozza, yang sekarang masih memperkuat kesebelasan berjuluk Gli Amaranto itu. Dibandingkan dengan pasukan pada musim kompetisi 2001/2002, tak banyak perubahan dilakukan Reggina. Mereka masih punya David Di Michele di lini depan. Di lini belakang, juga masih ada Ivan Francheschini. Mereka masih pula mempertahankan penyerang Jepang, Shunsuke Nakamura. Bila Nakamura dimainkan pelatih Franco Colombo, ada kemungkinan partai itu menjadi pertarungan antardua pemain Jepang karena mulai musim ini Sampdoria mendatangkan striker Atsushi Yanagisawa. Yanagisawa sudah diplot bakal memakai nomor punggung kesayangannya, 13. Beda dengan Juventus yang amat ketat dalam menerapkan aturan pemakaian nomor punggung bagi pemainnya, Sampdoria memilih fleksibel. Pemain-pemain barunya boleh menggunakan nomor favoritnya. Christiano Doni tetap menggunakan nomor 27, Giulio Falcone 19, Massimo Marazzina 11, serta Cristiano Zenoni 77. Apakah kebebasan itu memberi banyak arti bagi pemain barunya? Pertandingan di kandang Reggina barulah awal dari perjalanan panjang. Bila hasil baik didapat, kita tinggal menunggu konsistensinya. Bila sebaliknya yang diperoleh, masih ada kesempatan untuk memperbaiki.(Ananto Pradono-22) |