
| Sabtu, 30 Agustus 2003 | Berita Utama |
Rakyat Menanti Realisasi Program 100 Hari
KAJEN- Para wali kota dan bupati di Jawa Tengah diinstruksikan bekerja sama menciptakan suasana kondusif di Jateng pascapilgub. Pengondisian suasana itu dinilai Gubernur sangat vital untuk menyukseskan Program 100 Hari Gubernur Jateng. Ditemui wartawan di sela-sela sosialisasi program tersebut di Aula Pemkab Pekalongan di Kajen, Gubernur menegaskan, suasana kondusif dan kerja sama antarbupati/wali kota sangat penting untuk kesuksesan program itu. Secara garis besar, lanjutnya, Program 100 Hari Gubernur Jateng diaktualisasikan dalam tiga proses kegiatan. Yaitu mengintensifkan program pembangunan 2003, menyiapkan program yang berguna untuk pembangunan ke depan, dan merealisasikan berbagai program mendesak di Jateng. Pokok-pokok Program 100 Hari Gubernur Jateng dijabarkan dalam tujuh program pokok. Yaitu konsolidasi pascapilgub, melakukan perencanaan strategis 2003-2008, meningkatkan kualitas sarana pendidikan dan kesehatan, menangani kekeringan dan meminimalkan potensi banjir, melancarkan sistem distribusi bahan kebutuhan pokok, meningkatkan kualitas infrastruktur, dan mempercepat program pemberdayaan ekonomi rakyat. Salah satu program mendesak yang menjadi prioritas saat ini, jelas Gubernur, mengatasi kekeringan yang melanda beberapa wilayah Jateng. "Jika kekeringan tidak segera ditangani, masyarakat di beberapa daerah di Jateng tak akan bisa makan," tuturnya. Sejak musim kemarau Juli, lebih kurang 16.965 hektare tanah pertanian puso dan 2.767.666 penduduk kesulitan memperoleh air bersih. Sementara itu, bahaya banjir bisa mengancam pada Oktober. Sehubungan dengan hal itu, Gubernur kemarin menyerahkan bantuan untuk enam daerah di Jateng yang mengalami kekeringan, yakni Cilacap, Grobogan, Rembang, Demak, Wonogiri, dan Sragen, masing-masing 25 ton beras dan uang Rp 20 juta. Selain penanganan kekeringan, dia juga menyiapkan program yang berguna untuk kepentingan ke depan. Seperti pembangunan lapangan udara Ahmad Yani yang tidak mungkin dilaksanakan dalam 100 hari, tetapi tetap harus direncanakan. Rencana pembangunan itu, ujar dia, sudah mendapat dukungan dana dari Departemen Perhubungan Rp 2,5 miliar. Tak Hanya Janji Mengomentari keraguan beberapa pihak soal realisasi program 100 hari, Gubernur menandaskan, pengalaman lima tahun menjadi gubernur memberikan keyakinan untuk selalu berhati-hati dalam menyampaikan janji. Visi dan misi yang dipaparkan saat mencalonkan Gubernur, ujar dia, masih berupa janji. Dengan posisi sebagai Gubernur Jawa Tengah, itu bukan lagi janji, melainkan program yang harus direalisasikan untuk membawa rakyat pada kehidupan yang lebih sejahtera. "Meski hanya satu kalimat, sebagai janji, rakyat akan melihat dan menunggu," katanya. Dalam sosialisasi yang dihadiri para wali kota dan bupati di Jateng itu, Gubernur juga memberikan bantuan Rp 500 juta kepada Pemkab Pekalongan yang diserahkan langsung kepada Bupati Pekalongan Drs Amat Antono untuk membantu pembangunan Mapolres Kabupaten Pekalongan di Kajen.(G16, H1-64j) | |||||