logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 30 Agustus 2003 Berita Utama  
Line

Tokoh Syiah Irak Tewas oleh Bom Mobil

Al Hakim - SM/rtr

NAJAF - Lebih dari 20 orang, termasuk seorang pemimpin top Syiah, tewas dalam serangan bom mobil di luar masjid utama di kota suci Muslim Syiah Irak, Najaf, beberapa saat setelah shalat jumat, kata sejumlah tokoh Syiah.

"Serangan itu terjadi beberapa saat setelah shalat jumat. Serangan itu berasal dari bom mobil dan lebih dari 20 orang tewas," kata Adel Abdul Mahdi, pejabat Dewan Agung Revolusi Islam di Irak (SCIRI), kepada Reuters di Bagdad, setelah menerima laporan dari Najaf.

Bom tersebut menewaskan Pemimpin Muslim Syiah Irak, Mohammed Baqer al-Hakim, kata kemenakan laki-lakinya kepada Reuters di Teheran. "Ayatollah Mohammed Baqer al-Hakim menjadi syuhada," kata Mohsen Hakim, pejabat tinggi SCIRI yang berbasis di Teheran, kepada Reuters.

Ribuan orang di Najaf turun ke jalan-jalan di luar Masjid Imam Ali, mencari korban di balik puing-puing. Tiga mobil yang hangus terbakar, dua di antaranya terbalik akibat kuatnya ledakan, berserakan di jalan di sebelah masjid.

Hamid Bayati, wakil SCIRI di London, mengonfirmasikan kematian Hakim dalam ledakan bom mobil tersebut. "Saya bisa mengonfirmasikan bahwa Ayatollah Mohammed Baqer al-Hakim meninggal dalam ledakan hari ini (kemarin-red) saat dia pulang dari shalat jumat. Ledakan itu berasal dari bom mobil," jelasnya kepada radio BBC.

Salahkan Pemimpin Rival

Para pejabat SCIRI mengatakan, bom tersebut diledakkan saat para jamaah keluar dari masjid, yang di dalamnya terdapat makam Ali, seorang kalifah dan sepupu Nabi Mohammad, dan tempat Syiah paling suci dalam Islam.

Hakim, tokoh penting Syiah di Irak, kembali dari pengasingannya di Iran bulan Mei lalu setelah perang pimpinan AS yang menggulingkan Presiden Irak, Saddam Hussein. SCIRI memiliki wakil di Dewan Pemerintahan dukungan AS di Irak.

Minggu lalu, paman Hakim, ulama top Syiah, Ayatollah Mohammed Saeed al-Hakim, mengalami luka-luka ringan dalam suatu serangan bom di kantornya di Najaf. Serangan itu menewaskan tiga penjaga keamanan. Beberapa pendukung SCIRI menyalahkan serangan itu pada pengikut pemimpin Syiah rivalnya, Mogtada al Sadr. Kelompoknya membantah tuduhan tersebut.

Perebutan kekuasaan di Najaf dipandang sebagai salah satu faktor penentu masa depan politik di Irak, yang mayoritas penduduknya kaum Syiah.

Kerja sama Mohammed Baqer al-Hakim dengan pemerintahan pimpinan AS di Irak lewat Dewan Pemerintahan dipandang penting bagi keberhasilan transisi menuju demokrasi di Irak. Saudaranya menjadi wakil SCIRI di dewan tersebut.

Bayati mengatakan dia mengira para pejuang perlawanan yang loyal pada Saddam atau "kelompok ekstrim lain" berada di balik serangan tersebut, namun dia menyalahkan tentara pendudukan pimpinan AS karena tidak memberikan keamanan ketat di sekitar tempat suci Syiah tersebut.

Juru bicara militer AS mengonfirmasikan terjadinya ledakan bom namun tidak memiliki perincian. "Terjadi ledakan di Najaf dekat sebuah masjid," katanya. "Tidak ada pasukan koalisi di daerah itu karena tempat itu dianggap keramat."

Sementara itu di Baquba, Irak utara, kelompok gerilyawan kemarin menyerang konvoi militer AS dengan granat yang dikendalikan roket. Serangan yang menewaskan seorang tentara dan mencederai tiga lainnya itu terjadi di tengah meningkatnya seruan agar pasukan PBB menenangkan negara itu.

Juru bicara pasukan AS mengatakan konvoi enam kendaraan diserang di jalan utama dekat Kota Baquba, bagian dari utara "Segitiga Suni" dan barat Bagdad yang menjadi basis sentimen antipendudukan.

"Seorang tentara tewas, seorang lainnya mengalami cedera pada dadanya dan dua lagi terkena pecahan peluru," kata Letkol William Adamson kepada Reuters. "Mereka menggunakan granat yang dikendalikan roket dan AK-47."(rtr-niek-46)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA