logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 30 Agustus 2003 Berita Utama  
Line

Perampok Truk Sikat Miliaran Rupiah

  • Ada Kesan Kasusnya Ditutup-tutupi

SEMARANG- Tiga tersangka perampok truk yang ditangkap di Majenang, Cilacap, Sabtu (23/8), kini ditahan di Polda Jateng. Ketiganya adalah Arief P (25), warga Tunggoro, Jombang; Agung S (31) tinggal di Ploso, Jombang; dan Edi P (41) asal Jogoroto, Jombang, Jawa Timur.

Mereka diduga terlibat serangkaian perampokan truk di sejumlah wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dengan nilai kerugian miliaran rupiah. Secara pasti, jumlah kerugian masih dihitung.

Mereka kerap beraksi di jalur pantai utara (pantura) Jawa. Sasarannya, truk kontainer atau truk gandeng yang sedang mengangkut muatan dari dan ke Jakarta, Semarang, dan Surabaya.

Tiap kali beraksi, biasanya dini hari. Komplotan itu menumpang mobil secara rombongan. Truk sasaran akan dihentikan di jalur jalan yang gelap dan sepi, jauh dari permukiman. Setelah itu, beberapa pelaku bersenjata celurit menodong pengemudi dan kernet truk.

Biasanya mereka akan mengikat kedua kaki dan tangan serta melakban mulut korban, lalu membuangnya di tepi jalan. Mereka tak segan-segan menganiaya dan membacok bila korbannya melawan.

Kejadian paling akhir menimpa Budiono (40), sopir truk E-9642-A bermuatan 30 ton tepung, Sabtu (23/8). Korban yang ditemani kernet, Beni Manurung (35), saat itu sedang membawa muatan dari Cilacap menuju ke Jakarta melewati jalur pantura. Mereka dirampok saat melintas di Slawi.

Komplotan perampok membawa truk kembali ke Cilacap, namun ketika berhenti di Majenang, korban yang dalam keadaan terikat menggedor-gedor truk dan didengar warga yang kemudian memberikan pertolongan. Tiga tersangka tertangkap, seorang lainnya melarikan diri.

Kawanan perampok ini diduga beranggotakan belasan orang. Selain tiga orang yang kini ditahan polisi, anggota komplotan lain masih buron. Salah satunya adalah Waji (41) yang lari ketika tiga temannya itu ditangkap di Cilacap.

Ditutupi

Meski berita penangkapan para tersangka sudah dimuat di media massa sejak Minggu (24/8), Polda justru ada kesan menutup-nutupi kasus itu dengan tidak menyebutkan identitas para pelaku dan hanya memberikan inisial tersangka.

Jumat kemarin, sedianya para tersangka akan ditunjukkan kepada pers. Kapolda Jateng Irjen Didi Widayadi yang didampingi Direktur Reskrim Kombes Rusbagyo dan Kabid Humas Kombes Imam Yadi seusai shalat jumat mempersilakan wartawan mengambil gambar dan mewawancarai para tersangka.

Dia memerintahkan Kombes Rusbagio untuk mengeluarkan ketiga anggota "Kelompok Jombang" itu. Namun setelah Kapolda kembali ke ruang kerjanya, ekspose tersangka tidak terlaksana.

Kombes Rusbagio menghindar dari wartawan dengan alasan ada acara. Adapun Kombes Imam Yadi juga berkelit dengan mengatakan, kewenangan ada di tangan Direktur Reskrim. Mereka saling lempar.

Hingga kini, ketiga tersangka masih diperiksa penyidik. Polisi juga masih memburu sisa tersangka, termasuk dalang dan penadah barang rampokan. "Tersangka merampok karena ada penadah yang memesan barang. Identitas mereka sudah diketahui, tinggal ditangkap," ungkap Didi Widayadi.(G3-78j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA