
| Sabtu, 30 Agustus 2003 | Berita Utama |
Sultan Siap Keliling, Ical OptimistisSEMARANG-Sepuluh bakal calon (balon) presiden dari Partai Golkar, kemarin mulai melakukan kampanye dihadapan kader dan fungsionarisnya di Gedung Sasana Widya Semarang. Para Balon itu menyatakan kesiapannya bersaing menuju tahap terakhir pencalonan presiden. Pada sesi pertama balon yang memaparakan visi misinya adalah Nurullah Marzuki, Wiranto, Tuty Alawiyah, dan Haryono Suyono. Sementara pada sesi kedua 6 balon tampil bersamaan, yakni Prof Dr Kemala Motik Abdul Gafur, Akbar Tandjung, Aburizal Bakrie, Prof Dr H Tabrani, Drs Jusuf Kalla, dan Sri Sultan Hamengkubuwono X. Dalam acara Konvensi Nasional Pemilihan Calon Presiden Partai Golkar Sosialisasi Balon Presiden Partai Golkar, mereka rata-rata menyajikan visi dan misi yang hampir seragam. Namun masing-masing tetap mempunyai titik utama perhatian yang berbeda. Kemala Motik dalam visi misinya menekankan pentingnya pendidikan untuk rakyat dengan modal kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Selain itu, ia menyampaikan program yang di mata peserta konvensi kurang populis, seperti pemberdayaan perempuan, peningkatan kesehatan ibu dan anak. Program lain, yakni perbaikan ekonomi dan perbaikan politik serta keamanan dengan peningkatan gaji polisi dan tentara. Sementara Aburizal Bakrie dengan cukup pengalaman taktisnya sebagai pengusaha memprioritaskan pada penyelesaian utang yang dimiliki Indonesia. Ia lantas menyatakan bahwa dia telah sanggup menyelesaikan kredit sebanyak 5 miliar dolar AS tanpa dukungan partai. Dengan kekayaan Indonesia, ia optimistis utang tersebut bisa diselesaikan. Ia pun mentargetkan bisa mendorong ekonomi rakyat untuk kesejahteraan Indonesia. Dengan latar belakang sebagai pengusaha, ia merasa optimistis untuk bersaing menuju kursi kepresidenan. "Sebagai pengusaha, saya optimistis. Baik mencari dukungan dari Jawa maupun luar Jawa. Saya optimistis bisa masuk," ujarnya kepada wartawan usai konvensi. Sedangkan Sri Sultan HB X menyatakan kesiapannya untuk terus maju bersaing bersama peserta lainnya. Sri Sultan mengatakan tidak masalah harus bersaing untuk bisa terjaring dalam 5 besar bulan Oktober mendatang, dan 1 calon pada Februari 2004. "Kembali lagi untuk menjadi 1 itu, ya memang harus menjalani menjadi 1 itu. Ini sudah otomatis. Dan itu semua kembali lagi ke kader," kata Sri Sultan. Ia menyatakan, siap keliling ke berbagai provinsi untuk kampanye tersebut. Hari ini (kemarin-Red), kata Sri Sultan, ia sudah dijadwalkan untuk kampanye di Semarang dan Magelang. Sementara Ketua Golkar Akbar Tandjung, selain memaparkan visinya juga membeberkan beberapa permasalahan bangas Indonesia, seperti buruknya ekonomi, pengangguran tinggi, keamanan yang tidak kondusif, dan penegakan hukum yang lemah. Mengenai masalah hukum, ia ngotot menyatakan dirinya tak bersalah atas kasus korupsi yang didakwakan. "Saya ini tidak salah, saudara-saudara tahu semua. Oleh karena itu, saya mengajukan kasasi," katanya. Kemudian Jusuf Kalla memprioritaskan lima bidang utama, seperti bidang politik dan pemerintahan, bidang ekonomi, hukum dan pemberantasan KKN, sosial dan kesejahteraan, serta bidang pertahanan keamanan. Tabrani Rab pun menjanjikan akan menuntaskan masalah korupsi untuk perbaikan ekonomi. Ia menyinggung kasus besar, seperti BLBI dan proyek pinjaman dari luar negeri harus dikoreksi ulang. Perbaikan ekonomi menjadi prioritas ketiga setelah supremasi hukum, perbaikan politik, dan kesejahteraan sosial. (H6-69) |