
| Sabtu, 30 Agustus 2003 | Berita Utama |
Yanto Belum Lama Keluar Penjara
SEMARANG-Sugiyanto alias Yanto, gembong perampok yang kini ditahan di Polda Jateng, ternyata belum lama keluar dari penjara. Dia baru beberapa bulan lalu menghirup udara bebas setelah mendekam di LP Cipinang Jakarta, karena terlibat sejumlah kasus perampokan berdarah di kawasan Jabotabek. Sebelumnya dia juga pernah mendekam di LP Kalisosok, Surabaya dan LP Lowokwaru, Malang, Jawa Timur dalam kasus serupa. Berkali-kali keluar masuk penjara, rupanya tidak membuat Yanto jera. Tiap kali bebas, dia justru makin beringas saat beraksi. Sekeluarnya dari LP Cipinang, dia menghubungi anak buahnya dan merekrut anggota baru yang diberi order merampok nasabah bank. Lantaran sudah diamati aparat Polda Metro Jaya, komplotan Yanto mengalihkan sasarannya ke kota-kota lain, seperti Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, dan beberapa kota di Jawa Timur. Cara kerja mereka dari dulu hampir tidak berubah, yakni cepat, rapi, dan sadis. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan tidak sekadar mengancam dengan menodongkan pistol, tetapi langsung menembak korban -beberapa di antaranya langsung tewas- sebelum membawa kabur uang yang diincar. ''Coba amati kasus-kasus yang terjadi di Semarang dan Solo. Hampir semua dilakukan dengan cara nyaris seragam,'' ujar sumber di kepolisian. Ditembak Sementara itu, lima tersangka anggota komplotan perampok kakap itu kemarin ditembak, karena berupaya kabur saat diminta menunjukkan persembunyian rekannya yang masih buron. Tak diketahui di daerah mana mereka akan kabur dan siapa saja yang ditembak. Yang jelas saat ini mereka dirawat di RS Bhayangkara dengan penjagaan ketat. Empat di antaranya ditempatkan di bangsal lantai dua, seorang lainnya di ruang terpisah yang dirahasiakan. Sementara itu, Direktur Reskrim Kombes Rusbagyo mengungkapkan, Yanto pernah menjadi anak buah Rudi Ambon, salah satu ''raja'' perampok yang paling dikenal polisi dan lama malang melintang dalam dunia kejahatan. Dia juga sudah lama bekerja sama dengan Embing, yang lebih dahulu disebut-sebut para tersangka lainnya sebagai pimpinan mereka. Embing yang sebelum ini ditahan di Polwil Surakarta, kemarin dikabarkan dibawa ke Polda Jateng. Keterangannya dicek silang dengan pengakuan Yanto cs. Namun hasil pemeriksaan belum diketahui. ''Cek silang antartersangka jelas akan dilakukan untuk mengungkap keterlibatan masing-masing pelaku. Hasilnya apa, masih didalami. Kami akan ungkap setuntas-tuntasnya, termasuk senjata api yang didapatkan tersangka,'' ungkap Kapolda Jateng Irjen Didi Widayadi, kemarin. Menurut keterangan, meski dibantah Yanto dan Embing, hasil pemeriksaan terakhir menunjukkan kedua orang itu terlibat perampokan uang gaji karyawan PDAM Surakarta dan perampokan di PT Asrindo Indty Raya, Semarang. (G3,G5-64) |