logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 30 Agustus 2003 Internasional  
Line

Soal Laporan Senjata Irak

Blix Merasa Diintimidasi AS

WINA - Hans Blix, mantan kepala tim inspeksi senjata PBB, merasa Washington mengintimidasinya untuk menghasilkan laporan yang akan membenarkan aksi militer dalam invasi ke Irak.

Dalam suatu wawancara dengan televisi BBC, Kepala Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Mohamed ElBaradei juga mengatakan, dia yakin Irak tidak berusaha mengaktifkan kembali secara diam-diam program senjata nuklir seperti dituduhkan AS dan Inggris.

Blix dan ElBaradei memimpin pencarian senjata pemusnah massal yang dicurigai dimiliki Irak selama hampir empat bulan pada akhir tahun lalu dan awal tahun ini. IAEA memburu senjata nuklir, sedangkan badan pemantau UNMOVIC yang dipimpin Blix mencari senjata kimia, biologi, dan balistik.

Ketika ditanya apakah pemerintahan Presiden AS, George W Bush, telah berusaha mengintimidasinya untuk menghasilkan laporan yang mendukung dalih mereka untuk menginvasi Irak, ElBaradei mengatakan tidak.

''Saya kira, kemungkinan ada lebih banyak upaya untuk mengintimidasi Hans Blix, karena ada keprihatinan serius mengenai senjata kimia dan biologi,'' katanya.

''Hans banyak mengeluh tentang kampanye media, semacam upaya pemerintahan Bush untuk menekannya.''

Pemerintahan Bush secara tajam mengritik Blix sebelum invasi ke Irak karena menolak mendukung pernyataan AS dan Inggris tentang program senjata Irak dalam laporannya kepada Dewan Keamanan PBB.

Tak Temukan Senjata

Para inspektur senjata PBB tidak pernah menemukan cadangan senjata terlarang yang disebut-sebut oleh Inggris dan AS bahwa senjata itu dimiliki Presiden Saddam Hussein. Begitu juga dengan pasukan AS maupun Inggris yang mengambil-alih upaya pencarian senjata tersebut setelah perang.

ElBaradei mengatakan, ada pelajaran yang bisa diperoleh mengenai bahaya memotong proses inspeksi senjata.

''Jika ada sesuatu yang hilang dari perang di Irak, adalah inspeksi membutuhkan waktu. Dan kita seharusnya tidak langsung melompat ke kesimpulan. Karena tergesa-gesa mengambil kesimpulan pada masalah penting yang menentukan perang dan perdamaian merupakan tindakan yang sangat sembrono dan tidak bertanggung jawab,'' katanya.

ElBaradei menambahkan dia ingin melihat situasi di Irak ''sampai pada penutupan segera dan diakhirinya situasi yang tragis''.

Memandang sikap keras kepala AS dan Inggris bahwa Saddam telah berusaha secara diam-diam mengaktifkan kembali program senjata nuklirnya, yang menurut IAEA telah dihancurkan pada 1990-an, ElBaradei memastikan tuduhan tersebut tidak berdasar.

''Saya sangat terkejut jika kita menemukan ada program senjata nuklir yang diaktifkan kembali di Irak,'' katanya.

Blix, yang memimpin IAEA selama 16 tahun sampai 1997, pensiun dari jabatan direktur UNMOVIC pada akhir Juni lalu.(rtr-ben-46)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA