
| Sabtu, 30 Agustus 2003 | Ekonomi |
Bunga Call Money Turun, Likuiditas Rupiah MengendorJAKARTA - Likuiditas rupiah di Pasar Uang Antar-Bank (PUAB), Jumat (29/8) mengendor dengan tingkat bunga O/N turun dari 9,00% menjadi 08,50% dan bunga call money dari 09,02/09,03 menjadi 08,52/08,55%. Rata-rata suku bunga PUAB yang dijamin Bank Indonesia (BI) untuk satu hari mencapai 12,30% dan satu bulan 11,29% untuk rupiah serta 1,20% untuk dolar AS. Sementara itu, BI dalam lelang 28 hari berhasil menyerap dana sebesar Rp 30,24 triliun atau 89,26% dari total lelang yang diterima dengan bunga SBI 8,91%. Bunga SBI diperkirakan akan kembali menurun hingga mencapai 8% dalam upaya mendorong pertumbuhan sektor riil setelah beberapa waktu melesu. BI, Jumat kemarin melakukan intervensi rupiah untuk beberapa jangka waktu transaksi di pasar uang agar mata uang Indonesia stabil. Kurs konversi dan kurs intervensi sejak Kamis, 14 Agustus 1997 ditiadakan oleh Bank Indonesia. BI sekarang menggunakan sistem nilai tukar rupiah yang mengambang. Pemerintah dan DPR sepakat dalam RAPBN 2004 menetapkan kurs 1 dolar AS sebesar Rp 8.700 turun dari asumsi sebelumnya Rp 9.000 dan asumsi pertumbuhan ekonomi 5%. Dalam RAPBN 2004, indikator ekonomi lainnya yaitu inflasi diperkirakan 5% dari 9% dan tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia kini sudah di bawah 10%. Sementara itu, kurang berminatnya para investor terhadap saham-saham blue chip, membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin kembali terkoreksi atau melemah tipis 0,565 poin menjadi 529,675. Indeks LQ45 turun 0,269 poin menjadi 113,366. ''Selain itu, ketidakgairahan pasar saham regional juga memengaruhi turunnya IHSG walaupun cenderung stagnan,'' tutur praktisi pasar modal dari PT Andalan Artha Advisindo Securities Semarang, Muhammad Zamrony, kemarin petang. (ant, H2-82n) |