logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 30 Agustus 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

24 Tamatan SMK 1 Pekalongan Dipesan Malaysia

PEKALONGAN - Untuk kali kedua, SMK 1 Pekalongan memenuhi pesanan dari Malaysia untuk mengirimkan beberapa tamatannya bekerja di negara tersebut. ''Tahun ini kami mengirimkan 24 tamatan. Pengiriman kali ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya yang hanya tiga orang,'' kata Kepala SMK 1 Pekalongan Drs Soemarno SA.

Dia menjelaskan, dari jumlah tersebut, 18 orang dari Jurusan Tata Busana dan enam dari Tata Boga. Pengiriman dilakukan bertahap. Tahap awal 12 orang berangkat bulan lalu melalui Bandara Soekarno-Hatta. Kemudian disusul enam orang dan tiga orang. Kini, tinggal tiga orang yang belum berangkat, tetapi mereka sudah mempunyai paspor dan tinggal menunggu panggilan.

Menurutnya, lulusan Tata Busana akan bekerja di kilang garmen di Pulau Penang dengan penghasilan sekitar Rp 3,6 juta. Yagi yang tidak sesuai dengan keahliannya, misalnya bekerja di bidang elektronik, akan mendapatkan gaji Rp 2,1 juta per bulan.

Untuk dapat berangkat ke negeri jiran itu, para peserta harus membayar biaya transpor Rp 4,5 juta ditambah tes kesehatan Rp 250.000 serta pembuatan paspor Rp 350.000. Namun transpor itu baru diminta setelah ada panggilan berangkat.

Semula, kata dia, ketika ada tawaran itu para lulusan kebingungan dan tidak berminat karena terbentur biaya pemberangkatan yang dinilai cukup tinggi.

Karena itu, Pemkot Pekalongan turun tangan dengan memberikan kemudahan pinjaman uang ke bank milik Pemkot. Pengembalian bisa diangsur setelah mereka bekerja di luar negeri. Kebijakan Pemkot itu mendapat tanggapan baik dari para siswa. Buktinya, yang tertarik bekerja ke luar negeri 24 orang.

Selain dari luar negeri, sekolah yang dipimpinnya mendapat tawaran dari beberapa perusahaan. ''Ini menunjukkan SMK Pekalongan mampu bersaing dalam era global,'' katanya.

Dia mengatakan, pada tahun pelajaran 2004/2005 pihaknya membuka program keahlian baru, yakni Akomodasi Perhotelan. Untuk persiapan pembukaan program itu, izin dari Dinas Pendidikan sudah ada, dan pihak sekolah sudah menjalin kerja sama dengan perhotelan serta pengerah jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) untuk memasarkan ke luar negeri.(A15-80c)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA