
| Sabtu, 30 Agustus 2003 | Jawa Tengah - Banyumas |
Mega Proyek Tinggal Selangkah LagiCILACAP - Langkah tim sukses Mega Proyek Nusakambangan yang telah dibentuk Pemkab dan DPRD Cilacap untuk bisa mewujudkan lokasi wisata yang terpadu mirip Taman Safari Bogor (Jabar) dan Dunia Fantasi Jakarta, telah memperlihatkan kemajuan yang berarti. Pemerintah Pusat melalui jajaran Sekretaris Negara (Sekneg) dan Departemen Dalam Negeri (Depdagri) telah bersedia memberi dukungan penuh dan merespons upaya pengembangan potensi daerah dalam rangka meningkatkan PAD. Hal itu diakui Ketua Tim Mega Proyek Nusakambangan Ir Sutopo, saat dimintai konfirmasi Suara Merdeka, kemarin. Sutopo mengatakan, saat ini dua lembaga pemerintah pusat yang punya peranan penting mengegolkan rencana tersebut telah memberi sinyal, siap membantu sampai proyek tersebut bisa terlaksana. Dari hasil lobi dan pertemuan kami terakhir dengan mereka belum lama ini, pihak Deputi Dukungan Kebijakan di Sekneg kini menunggu Pemkab untuk membicarakan dengan pihak terkait langsung dengan Nusakambangan, terutama dengan jajaran Departemen Kehakiman dan HAM. ''Pihak Depdagri sendiri juga menunggu rancangan tata ruang wilayah yang mencakup Cilacap dan Nusakambangan. Sebab, sebelumnya yang diajukan baru sebatas tata ruang Cilacap. Kalau masalah ini bisa terlewati, proyek tersebut siap dimulai,'' ujar Sutopo. Keseriusan Eksekutiff Sutopo yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Cilacap mengatakan, setelah tim mega proyek yang dimotori kalangan asosiasi/rekanan dan pengusaha Cilacap ini melobi dan rancangan proposalnya membuahkan hasil, sekarang tinggal menunggu keseriusan ekskutif dan legislatif selaku pengambil kebijakan untuk menindaklanjutinya. Sebab, kini pembicaraannya sudah menyangkut antarinstitusi atau lembaga pemerintah, sehingga mau tidak mau harus dilakukan oleh eksekutif dan legislatif. ''Kalau yang diributkan hanya masalah status pengelolaan Nusakambangan, apakah Cilacap atau pihak Depkeh dan HAM, ya tidak akan ada penyelesaiannya. Depkeh dan HAM kan hanya mengelola wilayah LP. Sisanya bisa dikelola daerah. Yang penting, kontribusinya nanti bisa diatur secara bersama,'' jelas dia. Diungkapkan, dalam waktu tiga tahun terakhir ini sejak gagasan mega proyek dimunculkan tahun 2000-2001 lalu, polemik seperti itu semestinya sudah bisa diakhiri dan tinggal mencarikan solusinya. Dengan demikian, diharapkan memasuki tahun keempat nanti , wacana itu sudah masuk pada tahapan persiapan merangkul investor tambahan dan pelaksanaannya. (yud-17n) |