
| Sabtu, 30 Agustus 2003 | Jawa Tengah - Muria |
30.000 Sapi Kekurangan GiziREMBANG - Sektor peternakan di Rembang terutama sapi semakin terpuruk. Sapi-sapi di Rembang mulai kekurangan pakan yang bergizi. Hal itu karena pakan ternak semakin langka dan kualitasnya pun tidak terjamin. Bahkan, para peternak mulai sulit mendapatkan pakan di Rembang. Mereka harus mendatangkan jerami kering dari Pati. Hal itu membuat gizi ternak di Rembang semakin memprihatinkan. Menurut catatan Dinas Peternakan Rembang, ternak yang kekurangan gizi tersebut lebih dari 50%. "Ternak di Rembang kurus-kurus dan kurang gizi, sehingga mudah terserang penyakit," ujar Ir Nur Hidayati, Kepala Subdin Peternakan Kabupaten Rembang. "Sapi ternak di Rembang sekitar 90.000 ekor. Namun, yang dewasa hanya 60.000. Jadi, yang kekurangan gizi sekitar 30.000 lebih," imbuhnya. Dia menyebutkan, kualitas pakan yang rendah tidak bisa lepas dari kegagalan panen di sektor pertanian. Kemarau yang berkepanjangan membuat padi petani tidak bisa berkembang baik. Padahal, kebutuhan pakan ternak di Rembang saat ini diambilkan dari jerami sisa panen. Wajar jika kegagalan panen tahun ini juga memengaruhi kualitas gizi ternak di Rembang. "Sebetulnya potensi peternakan di Rembang sangat besar. Di Jawa Tengah, Rembang menduduki nomor empat," kata dia. Untuk meningkatkan kualitas pakan ternak di Rembang, Pemkab hanya menyediakan anggaran Rp 30 juta. Jumlah tersebut diakui sangat minim untuk mengatasi kekurangan gizi ternak. Meski demikian, Dinas Peternakan tetap akan mengoptimalkan anggaran sebesar itu untuk mengatasi kekurangan gizi ternak di Rembang. Kini mereka memprioritaskan peningkatan kualitas gizi pada sapi-sapi yang bunting. Sebab, selama ini, kualitas gizi yang rendah membuat sapi-sapi yang bunting sering lumpuh setelah melahirkan. Padahal, produktivitas dan kualitas sapi-sapi di Rembang sangat bagus. "Prioritas utama penanganan perbaikan kualitas gizi yaitu terhadap sapi-sapi yang bunting," ungkap Nur saat ditemui wartawan di ruang kerjanya. (H13-34e) |