
| Sabtu, 30 Agustus 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Lokasi Terminal Baru Tetap di Dukuh Salam
SLAWI - Pemkab Tegal tampaknya tetap memilih lokasi terminal baru di Desa Dukuh Salam, Kecamatan Slawi daripada Klonengan Prupuk, Margasari. Sebab, acuan yang digunakan untuk pembangunan terminal tipe A itu, sudah disesuaikan dengan Rancangan Umum Tata Ruang Kota (RU-TRK). Hal itu disampaikan Kepala Bappeda, Sriyanto HP, menyusul permintaan beberapa kalangan yang menghendaki pembangunan terminal baru di Klonengan Prupuk, Margasari, karena pertimbangan lokasi yang strategis. Keputusan itu sesuai pernyataan Ketua Komisi D Harjo Rasdi yang mengatakan, Klonengan Prupuk merupakan pertemuan dari tiga jalur utama, yakni Tegal, Purwokerto, dan Brebes. ''Kami memiliki dasar kuat untuk menentukan lokasi terminal baru di Desa Dukuh Salam. Dalam RU-TRK disebutkan, wilayah Slawi merupakan sentra perkotaan yang perlu dikembangkan. Nah, karena terminal yang sekarang kurang memadai, kami mengambil tempat yang lebih luas dan layak,'' kata Sriyanto, kemarin. Selain itu, lanjut dia, rencana pembangunan terminal baru di Desa Dukuh Salam sudah dirancang sejak lima tahun lalu. Bahkan, Pemkab sudah membebaskan tanah seluas lima hektare di desa tersebut. ''Kami sudah melangkah jauh ke sana. Sekarang Detail Engineering Design (DED)-nya hampir selesai, kok mau diubah. Meski demikian, nanti tergantung pada pembahasan di tingkat Dewan,'' lanjutnya. Studi Kelayakan Secara terpisah, Ketua Komisi A Rojikin AH mengatakan, acuan Pemkab Tegal untuk menentukan lokasi di Dukuh Salam yang berdasarkan RU-TRK itu belum final. Sebab, kata dia, RU-TRK bisa diubah ketika ada studi kelayakan yang bisa dipertanggungjawabkan. Dalam penentuan lokasi terminal baru, dia menyatakan, bergulirnya wilayah Klonengan Prupuk menjadi alternatif, harus terlebih dulu diadakan studi kelayakan. Pasalnya, dua wilayah itu memiliki kelebihan dan kelemahan. ''Jika di Dukuh Salam, bisa diminimalkan terminal bayangan, sedangkan di Klonengan Prupuk merupakan wilayah yang strategis,'' lanjutnya. Bagaimana sikap Dewan? ''Kami akan melihat dulu studi kelayakan dan mempertimbangkan dampak PAD dan tingkat keramaian. Jika memang lebih menguntungkan di Klonengan, bisa jadi, RU-TRK itu ditinjau ulang, atau di Klonengan Prupuk bisa juga dibangun subterminal, karena pertimbangan lokasi yang strategis,'' ungkapnya. (G12-80i) |