logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 28 Agustus 2003 Sala  
Line

''Belum Ada Apa-apa Kok Diributkan''

WAKIL Ketua Panitia Rumah Tangga (PRT) DPRD Boyolali Probo Suhartono yang juga Ketua DPC PDI-P terkejut atas kemunculan rumor dana purnabakti. Sejauh ini PRT belum pernah membahas, apalagi mengusulkan. ''Dari mana angka Rp 50 juta itu?,'' katanya.

Berikut petikan wawancara Suara Merdeka dengan Probo Suhartono berkaitan dengan dana purnabakti.

Bagaimana tanggapan Anda soal dana itu?

Saya harus memberi tanggapan apa. Sampai detik ini secara formal PRT belum pernah membahas atau membicarakan. Karena belum dibahas, maka tidak mungkin diusulkan ke eksekutif.

Bagaimana prosedur pengusulannya?

Dibahas dahulu melalui PRT dan kemudian dibawa ke rapat koordinasi antarpimpinan (rakorpim) yang dihadiri ketua fraksi dan ketua komisi. Sekarang ini belum ada apa-apanya, kok diributkan.

Apakah Anda setuju dana purnabakti?

Saya setuju, tetapi harus melalui mekanisme. Dana itu wajar dan layak diberikan. PNS saja setelah pensiun mendapatkan dana melalui Taspen dan pegawai perusahaan swasta menerima pesangon.

Kalau Dewan mengakhiri tugas, saya kira tak ada masalah dan wajar mendapat dana purnatugas.

Apakah harus Rp 50 juta per anggota Dewan?

Yang bilang Rp 50 juta itu siapa? Jika munculnya angka Rp 50 juta dari eksekutif, saya minta agar berani terus terang. Tunjukkan identitasnya, jangan lewat belakang atau melalui pers. Katakan terus terang. Saya ingin tahu siapa orangnya.

Menurut pendapat Anda berapa nominalnya?

Kalau nanti diusulkan bisa dirembuk dengan eksekutif. Itu semua bergantung pada kemampuan daerah. Yang pasti, sampai sekarang belum dibahas oleh PRT. Jadi, angka Rp 50 juta itu tidak benar. (Suti Harjoyo-14n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA