logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 28 Agustus 2003 Sala  
Line

Tungro Serang Tanaman Sayuran

  • Semalam Habiskan Ribuan Batang Tomat

BOYOLALI - Ratusan petani sayuran di berbagai desa di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, pada musim tanam kali ini benar-benar bernasib sial. Setelah harga di pasaran jatuh, tanamannya cabai, tomat, dan kobis diserang hama tungro.

Akibatnya, sebagian petani tidak bisa memanen. Bahkan, sebagian petani dilaporkan membabat tanamannya untuk diganti tanaman lain.

Tanaman sayuran yang diserang hama antara lain di Desa Klakah, Jrakan, Lencoh, Samiran, dan beberapa desa lain. Serangan hama itu sudah berlangsung selama dua pekan ini.

Petani yang mampu, biasanya membeli obat-obatan dan menyemprotkannya pada tanaman itu.

Sebaliknya yang tidak mampu, terpaksa membiarkan tanamannya ludes dimangsa hama.

''Kalau saya, terpaksa membiarkan tanaman diserang hama karena harga obat itu mahal, sedangkan harga sayuran anjlok,'' kata Sarjono, petani di Desa Samiran.

Kepala Desa Klakah, Suhartono, saat dimintai konfirmasi, Rabu kemarin mengatakan, akibat serangan hama itu daun sayuran menjadi keriting atau ikal. Kemudian daun itu berubah menjadi kekuning-kuningan dan jangka lima hari, mati. Dalam waktu semalam hama tungro mampu menghabiskan ribuan batang tanaman cabai dan tomat.

Tidak Kontak

Suhartono mengatakan, luas tanaman sayuran di Desa Klakah berkisar 10 ha. Di desa lain luas tanaman rata-rata sama, sedangkan di desanya luas tanaman yang diserang tungro sekitar 2 ha.

Dia mengatakan, untuk penanggulangan hama digunakan obat-obatan yang tidak langsung kontak atau menyentuh buahnya. Sebab, akan menimbulkan kerusakan atau buah itu terkontaminasi oleh obat-obatan. Karena itu, penyemprotan dilakukan di sekitar tanaman.

Menurut beberapa petani desa setempat, serangan hama tungro memang sangat ganas dan mematikan. Begitu menyerang tanaman, kemudian menggasak buahnya, dan jika tidak segera disemprot, tanaman akan mati.

Karena itu, sebagian petani harus teliti dan sabar menyemprot.

Selain itu, setiap hari dilakukan pengamatan hama sehingga cepat dapat diatasi.

''Saya hampir tiap hari berada di tegalan untuk mengamati dan menyemprot,'' kata Wakijan, salah seorang petani. (shj-14n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA