
| Kamis, 28 Agustus 2003 | Sala |
3.727 Hektare Sawah DitelantarkanWONOGIRI-Areal persawahan beririgasi teknis 3.727 ha di Wonogiri belakangan ini diterlantarkan, setelah tujuh waduk yang biasa menyuplai air kering. Beberapa petani di wilayah irigasi Waduk Krisak, Kecamatan Selogiri, menyatakan sejak padi musim tanam kedua dipetik, praktis kegiatan mereka terhenti. Harapan untuk menebar benih pada musim tanam ketiga pun pupus. ''Karena, Waduk Krisak mengering. Silakan lihat keadaan sebenarnya di sana,'' kata Saimun, seorang petani. Menyusut Dia menyatakan kemampuan irigasi waduk peninggalan penjajah Jepang yang dibangun tahun 1942 itu belakangan menyusut. Walau Waduk Krisak, yang mengalami percepatan pendangkalan setelah pembangunan Waduk Gajahmungkur Wonogiri, pernah dikeruk dan tubuh bendungnya diperbaiki. ''Dulu jika musim hujan kami dapat menanam padi tiga kali setahun. Namun kali ini air menghilang sejak padi masa tanam kedua menguning. Jadi praktis kami hanya panen dua kali. Setelah itu sawah kering,'' keluh Tjipto dari Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri. Dia menuturkan air waduk mengering karena volume tampungan dulu tidak maksimal. Itu erat berkait dengan musim hujan yang hanya berlangsung dua bulan. Berebut Lahan Sejak bekas genangan mengering, penduduk sekitar ramai-ramai berebut lahan untuk mereka tanami aneka sayuran, jagung, dan palawija. Perebutan lahan bekas genangan waduk yang kehabisan air dilaporkan juga terjadi di waduk irigasi lain di berbagai kecamatan di Wonogiri. Kepala Subdinas Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wonogiri, Gatot Haryadi ST, menyatakan ada tujuh waduk di lima kecamatan kering kerontang. Akibatnya, 3.727 ha sawah irigasi teknis yang biasa mendapat suplai air waduk kini mengering.(P27-14g)
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||