
| Kamis, 28 Agustus 2003 | Olahraga |
Apacinti Berharap Bertemu Persis pada Hari TerakhirSEMARANG-Kendati sama-sama dari Jateng, PS Apacinti dan Persis Solo harus ''saling bermusuhan''. Pasalnya, keduanya masuk Grup M bersama Mitra Kaltim dan tuan rumah Persigo Gorontalo pada putaran kedua Babak 12 Besar Kompetisi Divisi II yang akan berlangsung 5-13 September mendatang. ''Saat tuan rumah di babak sebelumnya, seharusnya Persis bisa keluar sebagai juara grup, nyatanya mereka hanya mampu menempati tempat kedua. Kami juga tim runner up. Sekarang apa boleh buat, mau tidak mau harus bermusuhan sendiri untuk mengejar prestasi,'' jelas Pelatih Apacinti Nursahid, sore kemarin. Apalagi pada putaran kedua kali nanti, sistem yang digunakan format setengah kompetisi. Tiap tim hanya bertemu sekali, sehingga sangat memungkinkan keduanya bakal bertanding tanpa kompromi. ''Pada putaran sebelum ini, 'persahabatan' masih dimungkinkan karena menggunakan sistem kompetisi penuh. Sebagai sesama tim asal Jateng, kami tetap memegang komitmen. Dalam undian jadwal, kami berharap ketemu Persis pada hari terakhir,'' ujarnya. Mendapat Subsidi Asisten pelatih Pra-PON Jateng itu juga menyebut Persigo diperkirakan menjadi ganjalan bagi tiga tim tamu. Sebagai tuan rumah, mereka berada di atas angin. Bahkan tim dari provinsi baru itu mengeluarkan ratusan juta rupiah untuk ikut membiayai tiga kesebelasan tamu selama di Gorontalo. ''Setiap tim juga akan mendapat subsidi transportasi pulang pergi dari tempat asal, makanya sebelum main, kami sudah mempunyai bayangan satu tiket akan diperebutkan tiga tim tamu,'' ujarnya. Rencananya, tim asal Bawen, Kabupaten Semarang ini akan berangkat Minggu dengan berkekuatan 19 pemain. Mereka tidak dibebani target, seperti pada putaran pertama main di Bolaang Mongondow. Pertimbangannya, sebagian pemainnya adalah anak-anak muda eks personel Piala Suratin musim lalu. ''Saya hanya berharap, di setiap pertandingan selalu tampil baik.'' Sesuai aturan PSSI, urutan sembilan sampai 12 harus merangkak dari bawah lagi. Peringkat satu dan dua berhak promosi ke Divisi I. Sisanya ditambah dua tim degradasi dari Divisi I tetap bertahan di Divisi II Nasional. ''Makanya, putaran kedua ini kami anggap sangat menentukan. Minimal harus bisa menembus peringkat VIII. Kalau sampai gagal harus merangkak dari bawah lagi. Istilahnya main dari kampung ke kampung.'' Persis Anggota Grup M lainnya, Persis Solo menerima kepastian bermain di Gorontalo, kemarin siang. ''Kepastian kami main di Gorontalo baru saya terima melalui faksimile dari PSSI tadi siang,'' kata Sekum Persis Solo Sekti ''Dimas'' Wibowo Lityo Adi. ''Jadwal pasti belum tahu,'' jelasnya. Menurut rencana, timnya yang diperkirakan berjumlah sekitar 30 orang termasuk ofisial, wartawan, serta wakil dari Pasoepati akan berangkat tanggal 2 September melalui Bandara Juanda Surabaya. ''Saat ini kita sedang mempersiapkan administrasinya,'' tandasnya. Pelatih Persis Jhon Lesnusa tidak terkejut dengan ditunjuknya Gorontalo sebagai tuan rumah. ''Mereka memberi fasilitas lebih baik kepada tim tamu, sehingga PSSI menunjuk sebagai tuan rumah. Tidak ada masalah, main di mana saja sama,'' katanya. Dari tiga tim pesaing, dia justru mengantisipasi Apacinti. Tetapi bukan berarti meremehkan tuan rumah dan Mitra Kalteng. Meskipun dia belum pernah menyaksikan penampilan mereka, tetapi tim tuan rumah dan Mitra Kalteng diperkirakan tidak sekuat tim di Jawa. ''Mereka minim uji coba. Tetapi kita tetap waspada,'' jelasnya.(P44, C16-22) |