
| Kamis, 28 Agustus 2003 | Berita Utama |
Mars dan Bumi Berdekatan Ramalan Bencana BermunculanSYDNEY - Kali terakhir Mars berada di posisi terdekat dengan Bumi, nenek moyang kita masih hidup di gua-gua dan berjuang menciptakan alat-alat yang terbuat dari batu. Enam puluh ribu tahun kemudian, orang-orang di seluruh dunia, Rabu kemarin, menggunakan sejumlah besar alat digital berteknologi tinggi dan peranti optik yang canggih untuk mengamati planet merah itu melintas. Dari pantai-pantai Polynesia di Tahiti sampai daerah pedalaman Australia dan Jepang, para pengamat bintang amatir dan profesional mengarahkan teleskop mereka ke langit timur untuk melihat Mars yang sedang mendekat. Pukul 09.51 GMT (16.51 WIB) kemarin Mars berjarak tepat 55,76 juta kilometer dari Bumi. Itu merupakan jarak terdekat antara dua planet tersebut sejak Zaman Batu. "Mars akan menjadi benda langit paling terang setelah bulan, dan warna kemerahan planet itu membuatnya sangat mudah dikenali," kata Nick Lomb, kurator astronomi di Sydney Observatory. "Teleskop-teleskop, bahkan yang berukuran kecil, membuat Anda dapat melihat Mars secara detail, yang meliputi tudung kutub yang berupa lapisan es dan ciri-ciri permukaan lainnya." Kali terakhir Mars mendekat adalah sekitar 12 September 57.617 SM ketika planet merah itu berjarak sekitar 55,72 kilometer dari Bumi. Jika melewatkan kesempatan kali ini, orang harus menunggu 284 tahun lagi untuk melihat peristiwa sejenis. Planetary Society yang berbasis di Amerika Serikat mengumumkan 27 Agustus sebagai "Hari Mars". Situs internet organisasi itu (http://planetary.org/marswatch2003) menjelaskan secara terperinci peristiwa-peristiwa global, mulai dari pengamatan resmi observatorium di Sydney dan Beijing sampai pesta-pesta melihat bintang di gurun di tempat-tempat seperti Yordania. Tanda Bencana Ini merupakan peristiwa bersejarah, orang tidak ingin melewatkannya. Namun orang-orang yang mengamati langit untuk mendapat petunjuk guna meramal masa depan dunia yang tidak pasti mengatakan hal-hal baik tidak muncul bersamaan dengan fenomena Mars tersebut. Para peramal mulai dari India dan Hong Kong sampai sebuah tenda di luar sebuah kuil di ibu kota Kamboja mengatakan fenomena posisi terdekat Mars dengan Bumi kemarin itu menunjukkan tanda-tanda bencana alam atau ulah manusia pada Bumi. Mars, planet merah yang juga menjadi nama dewa perang Romawi, berada pada posisi terdekat dengan Bumi pada pukul 09.51 GMT (16.51 WIB) seperti pada suatu waktu 60.000 tahun lalu. "Ini tidak baik. Ketika kedua planet itu mendekat memberi kesan hendak bertabrakan, seperti dua bersaudara yang terlalu dekat satu sama lain," kata Sy Vannak (41) kepada Reuters setelah meramal dengan kartu yang disebarkan. "Sesuatu akan terjadi dalam 24 jam. Masalah itu hanya akan terjadi di Amerika. Namun itu hanya masalah kecil dan cepat berlalu," tambah peramal Kamboja itu Selasa lalu dari dalam tendanya yang berbau kemenyan di Phnom Penh. Dampak Medan Magnet Di Hong Kong, Benny YY Cheung membuat pandangan yang lebih panjang, namun dia lebih sering memprediksikan bencana. "Ada dampak medan magnet, terutama pada bulan itu dan tiga bulan setelah fenomena tersebut," katanya. "Akan ada bencana berkaitan dengan api, yang meliputi perang." Fenomena jarak terdekat dua planet itu kemarin bersamaan dengan dimulainya perundingan enam negara di Beijing untuk berusaha mencairkan krisis mengenai program nuklir Korut. Di Inggris, PM Tony Blair akan memberikan kesaksian Kamis ini dalam suatu penyelidikan mengenai kematian inspektur senjata terkemuka dan informasi yang digunakan pemerintahan Blair sebagai dalih untuk menginvasi Irak. Beberapa astrolog menghubungkan fenomena Mars dengan pertumpahan darah dan kekerasan di Irak, tempat lain di Timur Tengah dan di Afghanistan atau sejumlah serangan teror, yang terakhir menewaskan lebih dari 50 orang di Bombay Senin lalu. Peramal lain memperkirakan bencana alam seperti gempa bumi, topan, atau banjir. Ada pula peramal yang menduga akan terjadi masalah berkaitan dengan salju. Di Cina daratan, para ahli nujum secara resmi dilarang, demikian pula semua ramalan, ketika komunis mengambil alih kekuasaan pada 1949. Sebuah koran yang terbit di Beijing melaporkan berita tentang Mars pada Minggu lalu. Namun koran itu hanya memaparkan fakta tentang tempat planet itu akan terlihat dari Bumi pada kemarin dan waktu terbaik untuk melihatnya. Para peramal di negara berpenduduk terpadat di dunia itu kini menyelidiki peristiwa-peristiwa yang lebih dekat dengan rumah, seperti waktu kelahiran dan hubungan feng shui benda-benda sekitar dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. "Mars membawa sangat banyak energi dan kedekatannya dengan Bumi mengubah kekuatan-kekuatan yang memengaruhi cara pandang hidup kita," kata Edwin Ma, ahli feng shui di Hong Kong. "Hal itu menciptakan peristiwa yang mudah berubah dan tidak dapat diprediksikan." Cheung dari Hong Kong mengatakan dampak magnetik menyulut sikap tidak sabar. "Fenomena itu akan berdampak lebih besar di tempat-tempat yang dekat dengan garis khatulistiwa yang telah panas, seperti India dan Timur Tengah." Dia mengaitkan gelombang panas yang menelan banyak korban di Prancis dan kebakaran hutan di Kanada dengan fenomena mendekatnya planet merah tersebut. Bejan Daruwala di Bombay, salah seorang ahli nujum terkemuka India, mengatakan dampak fenomena Mars bergantung pada masing-masing personal. "Mars berarti energi, dan energi berarti kekuatan," kata Daruwalla, yang mempunyai banyak pengikut di negara berpenduduk terbesar kedua di dunia itu. "Itu dapat berdampak positif dan negatif. Jika orang itu suka damai, fenomena ini akan berdampak positif. Jika orang itu pemarah, ini akan mempunyai dampak negatif." Vineet Jain, seorang astrolog terkemuka di New Delhi, mengajukan ramalan tentang fenomena posisi terdekat Mars dengan Bumi. Dia mengatakan, seluruh dampaknya akan bersifat negatif sampai Februari tahun depan, setelah itu baru ada dampak positif. "Kekerasan akan meningkat karena orang menjadi semakin tidak sabar dan cepat marah," tambahnya. "Hal itu dapat berakibat pada peningkatan kekerasan di Kashmir dan memburuknya hubungan antara India dan Pakistan. Demikian pula pada semua kawasan konflik seperti Irak dan Palestina, segalanya akan bertambah buruk," katanya. Dia menambahkan, "Akan ada lebih banyak serangan teroris dan kejahatan cyber." Kishore Achary, astrolog lain di Delhi, memberikan pandangan yang sama. "Akan ada lebih banyak pertumpahan darah. Kemungkinan bencana alam seperti gempa bumi dan badai salju juga tinggi." Namun tidak setiap orang menjadikan fenomena Mars sebagai bahan ramalannya. "Saya bukan pakar astronomi dan Mars," kata seorang peramal di Xiamen di Provinsi Fujian, Cina bagian selatan, yang mempublikasikan nomor HP-nya melalui internet untuk mencari pelanggan. "Saya kira cuaca akan menjadi lebih panas dan semakin panas karena Mars (yang disebut "huo xing" atau bintang api dalam bahasa Cina) semakin dekat dengan Bumi. Hanya itu saja yang bisa saya katakan tentang fenomena alam ini," tambahnya.(rtr-ben-46) |