
| Kamis, 28 Agustus 2003 | Berita Utama |
Gubernur Tak Pernah Minta Bantuan TasyakuranSEMARANG- Pelantikan H Mardiyanto dan Drs H Ali Mufiz MPA sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Jateng, Sabtu (23/8) lalu, ternyata dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab. Mereka meminta bantuan sejumlah uang untuk tasyakuran dan pemasangan iklan di media massa kepada sejumlah perusahaan, instansi, dan lembaga. Adanya permintaan itu terungkap setelah beberapa perusahaan dan instansi mengonfirmasikan langsung kepada Gubernur H Mardiyanto dan Kepala Badan Informasi Komunikasi dan Informasi (BIKK) Pemprov Jateng Drs Anwar Cholil. ''Saya memang baru tahu setelah ada sejumlah instansi dan perusahaan yang mengonfirmasi. Untunglah, belum ada yang menjadi korban penipuan,'' ujar Anwar Cholil. Modus operandi penipuan itu, orang tersebut menelepon pimpinan perusahaan, instansi ataupun lembaga swasta/negeri. Dengan mengatasnamakan dan seizin Gubernur, dia meminta bantuan berupa uang atau berupa ucapan selamat untuk pemasangan iklan terkait tasyakuran pelantikan. Tidak disebutkan jumlah bantuan yang diinginkan. Anwar menjelaskan, Gubernur Mardiyanto tidak pernah dan tidak akan pernah melakukan kegiatan seperti itu baik langsung maupun lewat orang lain untuk meminta bantuan kepada perusahaan, instansi, atau elemen masyarakat lain terkait dengan pelantikan. ''Jadi kami tegaskan, tidak ada permintaan bantuan pada perusahaan untuk memasang iklan apalagi untuk tasyakuran pelantikan,'' tandasnya. Pemasangan iklan ucapan selamat atas pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur merupakan hak masyarakat. Karena itu, Anwar mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap permintaan sumbangan yang mengatasnamakan Gubernur atau Pemprov. (H1,G1-29j) |