logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 28 Agustus 2003 Semarang & sekitarnya  
Line

PKL Simpanglima Tak Akan Digusur

  • Soal Pelebaran Jalur Lambat

BALAI KOTA- Para pedagang kaki lima (PKL) di seputar Simpanglima tidak perlu khawatir dengan adanya pelebaran jalur lambat. Sebab, mereka tidak akan digusur asalkan bisa tertib dan bersedia diatur.

Hal itu terungkap dalam sosialisasi proyek pelebaran dan pengaspalan jalur lambat seputar Simpanglima, di Kecamatan Semarang Selatan, Rabu (27/8).

Acara dihadiri antara lain Camat Ednawan Haryono, Pembantu Pengguna Anggaran Proyek Ir Rosid Hudoyo, Lurah Mugassari Bambang Suyanto, dan perencana Ir Sentot Wasi.

Sosialisasi untuk para PKL di wilayah Kelurahaan Mugassari. Sebanyak 28 PKL dikumpulkan untuk diberitahu mengenai maksud proyek tersebut.

Rosid mengatakan, tidak akan ada pemindahan atau penggusuran PKL. Namun, mereka perlu melakukan penyesuaian. Sebab, ada pengurangan kanstin (kerep) trotoar antara 0,5 meter sampai 1 meter. Selama ini PKL menempati trotoar tersebut untuk menggelar dagangannya.

Retno Yuniarti, pedagang roti bakar, meminta dibuatkan saluran pembuangan air. ''Dulu ada, tapi sekarang ditutup.''

Ir Sentot Wasi menyatakan, setiap enam meter pada kanstin akan dibuat inlet (lubang-lubang pembuangan air) ke saluran.

Turun Lapangan

Sementara itu, Camat Semarang Tengah Arief Moelia Edhie bersama Lurah Karangkidul Aniceto Magno de Silva dan Lurah Pekunden Bambang Pramusinto, melakukan sosialisasi langsung dengan sekitar 100 PKL. Mereka mendatangi PKL di depan Masjid Baiturrahman dan samping Mal Ciputra. Kepada pedagang, Arief meminta mereka menata diri untuk menyesuaikan dengan program Pemkot.

Dia mengatakan, selain pelebaran jalur lambat, DPU Kota juga akan melakukan pengerukan saluran di kawasan itu. Hal itu dilakukan agar pada musim hujan, air dapat mengalir lancar dan tidak menimbulkan genangan. (G7, G6-63)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA