
| Kamis, 28 Agustus 2003 | Semarang & sekitarnya |
Korban Kekeringan Terima Bantuan 100 Ton Beras
GROBOGAN - Pemerintah kemarin menyerahkan bantuan beras 100 ton untuk para korban kekeringan di Kabupaten Grobogan. Bantuan itu diserahkan Menko Kesra Yusuf Kalla melalui Bakornas Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Drs Heri Setiaji kepada Ketua Beppeda Drs H Yahmo Soemarno S MM, di pendapa kabupaten. Daerah itu mendapat bantuan karena 764 hektare tanaman padi di Pulokulon, Geyer, Gabus, Grobogan, dan Ngaringan mati akibat kekurangan air. ''Terima kasih atas bantuan itu. Tetapi kalau berasnya jelek, silakan ditolak, kemudian dimintakan ganti yang bagus,'' kata Bupati Grobogan H Agus Supriyanto SE, kemarin. Bantuan itu harus diterima utuh oleh petani yang berhak, yaitu 30 kg untuk setiap keluarga. Bila ada yang mengurangi jatah tersebut, Bupati berjanji akan bertindak tegas. Kabag Humas Pemkab Grobogan H Maryono HI SSos mengatakan, Juli lalu atau saat musim walikan, 4.561 hektare tanaman padi di Gabus, Geyer, dan Toroh mati akibat kekeringan. Belakangan ini 38.600 hektare tanaman jagung hibrida terganggu pertumbuhannya akibat kekurangan air. Dinas Pertanian memprediksikan, panen jagung bakal turun 1-2 ton per hektare. Menko Kesra kemarin dijadwalkan mengunjungi Grobogan untuk membantu korban kekeringan di daerah itu. Selain memberikan bantuan 100 ton beras, dia juga akan menyerahkan bantuan air bersih dan bibit pertanian tanaman pangan untuk petani. Beberapa pejabat menunggu sejak pagi hingga siang, namun tak ada tanda-tanda Menko Kesra akan hadir. Karena itu, seorang pejabat terpaksa menghubungi ajudan Menko Kesra lewat telepon ke Jakarta. Ternyata dikabarkan Menteri sedang mengadakan kunjungan kerja ke Medan. Kunjungan ke Grobogan diwakilkan kepada Bakornas PBP. Bahkan, sebelumnya Menko dijadwalkan mengecek Waduk Kedungombo. Sebab, berdasarkan laporan jajaran Menkimpraswil di daerah, elevasi waduk itu menyurut drastis. Akibatnya, sejak 15 Juli lalu air Kedungombo tidak digelontorkan untuk kepentingan pertanian tanaman pangan, tetapi untuk air bersih. Per detik hanya 150 - 300 liter. Selain itu, Menko direncanakan mengecek PLTA Kedungombo. Sebab, turbin PLTA dimatikan karena pintu Kedungombo ditutup untuk sementara. Praktis karena itu daya listrik Jawa-Madura berkurang lantaran tidak ada sumbangan daya dari PLTA Kedungombo. Sebelumnya Menteri Pertanian Bungaran Saragih juga direncanakan mengecek Waduk Kedungombo dari gardu pandang di Rambat Geyer. Dinas Pertanian diminta mempersiapkan kunjungan itu. Namun ketika mengadakan kunjungan kerja ke Demak, Menteri batal ke Kedungombo dengan alasan di Jakarta padat acara. Bakornas PBP mendapatkan laporan dari Pemkab, paling tidak 140 desa di Grobogan dilanda kekeringan. Sejumlah desa itu berada di 15 kecamatan. Yang terparah di Kecamatan Gabus, Pulokulon, Ngaringan, Wirosari, Tawangharjo, Grobogan, Toroh, Geyer, dan Purwodadi. (A23-63c) |