logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 28 Agustus 2003 Semarang & sekitarnya  
Line

Kedungombo Mendadak Ditutup, PDAM Bingung

GROBOGAN - PDAM Grobogan dini hari kemarin kebingungan. Sebab, air Waduk Kedungombo yang digelontorkan untuk kebutuhan air bersih melalui saluran irigasi Sidorejo mendadak ditutup Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Semarang dan Kudus.

Sampai kemarin pukul 14.00 belum ada tanda-tanda pembukaan kembali. Padahal, sebelumnya PSDA melalui Subdinas PU Pengairan Grobogan mengizinkan air Kedungombo digelontorkan melalui Sidorejo untuk air bersih 150 l/detik.

Namun entah karena apa, tiba-tiba kemarin ditutup. Akibatnya, PDAM terpaksa menggunakan bahan baku air Sungai Lusi yang kotor.

Direktur Utama PDAM Grobogan, Ir Mulyadi SP, menyatakan Kedungombo dibuka kembali melalui Sidorejo, Kamis pekan lalu. Namun tanpa pemberitahuan ke PDAM, tiba-tiba Minggu petang lalu ditutup lagi. Padahal, Subdinas PU Pengairan sudah menjamin tambahan pasokan dari 150 l/detik menjadi 300-500 l/detik.

Malah seminggu lagi rencananya debit air Kedungombo yang digelontorkan ke Sidorejo ditingkatkan menjadi 750 l/detik. Sebab, perbaikan tanggul dan lantai saluran sudah selesai 100%.

''Untuk kepentingan itu, kami bergegas membersihkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sambak Danyang. Sebab, setelah diisi dari Lusi kotor. E, ternyata pintu Kedungumbo melalui Bendung Sidorejo ditutup lagi. Terpaksa kami menggunakan air Sungai Lusi lagi, meski tingkat pencemarannya tinggi,'' ujar dia.

Dia berjanji kepada PSDA melalui Subdinas PU Pengairan akan mengamankan air agar tak dicuri petani di BSR 11 di Ngrombo, Sugihan, Toroh, dengan menugaskan penjaga sejak sore hingga pagi hari. Dia pun sanggup meminta bantuan satu-dua orang polisi.

Namun ketika piket baru berjalan tiga hari, air Kedungombo di saluran Sidorejo tiba-tiba mengering. Akibatnya, PDAM tak dapat mengolah air dari saluran itu ke IPA Sambak Danyang.

Dia mengakui saat dibuka Kamis lalu, banyak petani melon di atas BSR 11 menggunakan air Kedungombo untuk menyirami tanaman. Bahkan beberapa nekat menyedot dengan mesin diesel. Tak ayal, air yang masuk ke IPA Sambak tak maksimal.

Pemimpin Proyek Operasional Pemeliharaan Jaringan Kedungombo Dinas PU Pengairan di Grobogan, H Margono ST MM, menyatakan dinasnya sudah meminta izin PSDA Semarang dan Kudus untuk menggelontorkan air Kedungombo untuk PDAM melalui saluran irigasi Sidorejo 300 l/detik. Bahkan PSDA menyetujui perbaikan saluran di tempat itu 100%. Namun entah karena apa tiba-tiba pintu pembagi ditutup.

''Saya dan Direktur Utama PDAM akan ke Bendung Sidorejo untuk mencari keterangan,'' katanya. Dia menyatakan pintu Kedungombo dibuka kembali lewat saluran irigasi Sidorejo itu khusus untuk melayani kebutuhan PDAM. Sebab, air Lusi dilaporkan kotor. Karena tingkat pencemaran tinggi. Jika akhirnya petani ikut-ikutan mengambil untuk menyirami melon dan tanaman lain. Itu pasti menyebabkan jatah PDAM berkurang. Akhirnya, distribusi air bersih ke pelanggan terganggu. (A23-76g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA