
| Kamis, 28 Agustus 2003 | Semarang & sekitarnya |
Perajin Keripik Nangka Dibantu Mesin PengolahJAMBU- Industri kecil harus dapat meningkatkan produksi, terutama produk yang banyak diminati masyarakat. Dengan peningkatan produksi, kesejahteraan anggota juga akan terpenuhi. Demikian dikatakan Kepala Diperindagkop Kabupaten Semarang Drs Sri Kuswanto MM, Selasa (26/8), saat meninjau Kelompok Usaha Bersama (KUB) Setya Bhakti di Dusun Kalimalang Desa Kelurahan Kecamatan Jambu. Untuk meningkatkan produksi, para anggota harus benar-benar serius dalam menangani usahanya, antara lain dengan memperbanyak pengolahan hasil di daerahnya. Setelah melihat hasil yang dibuat KUB Setya Bhakti, yakni keripik nangka, Kuswanto menilai kualitasnya lebih baik. "Karena di daerah Jambu saat ini sedang musim nangka, lebih baik buah itu jangan dijual tetapi diolah," sarannya. Dia berharap, setelah kelompok perajin tersebut ditinjau, Pemkab Semarang dapat menindaklanjuti. Bagaimanapun mereka tetap membutuhkan modal untuk meningkatkan produktivitasnya sebagai perajin industri kecil. "Kita tetap berusaha, mudah-mudahan tahun depan hal itu dapat terealisasi," katanya. Kuswanto menyarankan mereka agar tidak hanya memproduksi satu komoditas, tetapi juga yang lain, seperti keripik salak dan jeruk. Buah itu jika diolah juga dapat menjadi makanan yang enak dan lezat. Rencananya, tanggal 28-31 Agustus hasil dari kelompok usaha itu akan diikutkan dalam pameran industri di Jakarta. Ketua KUB Setya Bhakti Supardi menjelaskan, kelompoknya saat ini sedang berkonsentrasi pada satu produk dulu, yakni keripik nangka. Seandainya hal itu dapat berjalan dengan lancar, produksi lainnya akan dilakukan. "Untuk sementara ini kami hanya mengolah buah nangka," katanya. Dalam pengolahan itu, 10 kg buah nangka yang sudah diambil isinya dapat menghasilkan 1 kg keripik, yang dijual dengan harga Rp 40.000. ëíKalau di luar kami, harganya mencapai Rp 50.000 hingga Rp 60.000,íí tuturnya. Bantuan Dalam kegiatan itu, Diperindagkop Provinsi yang diwakili Kasubdin Agro Industri Ir Agus Srianto Msi menyerahkan bantuan berupa alat pengolah nangka. Alat tersebut berkapasitas 8 -10 kg. "Mudah-mudahan alat ini dapat berguna bagi kelompok usaha ini," ujarnya. Dia juga berharap, kelompok usaha tersebut dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya alat itu . Artinya, dengan adanya bantuan alat tersebut produktivitas kerja akan meningkat. (H4-76k) |