
| Kamis, 28 Agustus 2003 | Semarang & sekitarnya |
Dua Pencuri Motor Ditangkap, 1 DitembakSEMARANG - Meski banyak pencuri sepeda motor telah tertangkap, pelaku-pelaku lain masih bergentayangan mencari sasaran. Mereka dapat dengan mudah membawa kabur motor korban karena biasanya kendaraan tak dipasangi alat pengaman yang memadai. Padahal, jika motor dilengkapi dengan kunci rahasia, hampir dapat dipastikan pencuri akan sulit melarikannya. Kristiyo, warga Jl Kruing Barat Dalam, Banyumanik telah membuktikan hal itu. Berkat kunci rahasia sederhana yang dia pasang, motor Honda GL Pro H-3426-RS miliknya lolos dari incaran kawanan pencuri. Padahal, motor itu sudah sempat dikeluarkan dari garasi dan diutak atik oleh pelaku selama beberapa jam. Akhirnya mereka menyerah dan meninggalkan kendaraan itu. Dua di antara enam pelaku diringkus aparat reserse kriminal Polsek Semarang Tengah, kemarin. Mereka adalah Muhammad Zaenuri (21) dan Fazikul Adani (21), keduanya mengaku asal Batursari, Mranggen, Demak. Dalam upaya mengembangkan kasus itu, polisi terpaksa menembak kaki Fazikul karena dia berusaha kabur saat diminta menunjukkan persembunyian empat rekannya yang buron di Demak. Pencurian di rumah Kristiyo itu terjadi akhir Juni silam. Zaenuri dan Fazikul mengaku, mereka berenam berangkat mencari sasaran dengan mencarter dua taksi. Salah seorang di antara mereka yang punya keahlian membongkar motor berhasil membongkar kunci setang dengan menggunakan kunci T. Mereka menuntunnya ke tepi jalan agak jauh dari rumah korban. Ketika hendak dihidupkan, berkali-kali mesin motor tidak mau menyala. Salah seorang pelaku yang merasa sangat jengkel membongkar bagian dalam motor dan menyambung-nyambungkan beberapa kabel, namun tetap gagal menghidupkan mesin. Mereka sudah mengira kendaraan itu dipasangi kunci rahasia, namun tidak berhasil menemukan cara membukanya. Menjelang subuh, kawanan pencuri itu menyerah dan meninggalkan motor tergeletak begitu saja. Pagi harinya, korban terkejut ketika diberitahu tetangganya yang menemukan kendaraan tersebut dalam keadaan rusak di tepi jalan. Kristiyo segera melapor ke polisi, namun tersangka tak mudah ditangkap karena mereka tinggal berpindah-pindah. Dua dari enam pelaku baru bisa diringkus setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat . (G3,G5-63n) |