
| Kamis, 28 Agustus 2003 | Internasional |
Arafat Janji Tindak Kaum MilitanRAMALLAH - Presiden Palestina, Yasser Arafat, Rabu kemarin, menyatakan kesiapannya untuk mengambil tindakan tegas terhadap kelompok militan garis keras Palestina bila Israel menghentikan serangan-serangan rudal dan pemburuan terhadap mereka. ''Saya siap menerapkan hukum (terhadap kelompok militan garis keras itu) dengan syarat Israel menghentikan serangan-serangannya,'' kata Arafat dalam wawancara dengan Reuters. Pemimpin senior Palestina itu tidak mengungkapkan langkah-langkah apa yang akan diambil jika tindakan harus dilakukan terhadap kelompok garis keras tersebut. Namun, Arafat menegaskan langkah-langkah yang akan diambil tidak akan menimbulkan risiko perang saudara Palestina, sesuatu yang menjadi kekhawatiran PM Mahmud Abbas. Arafat menyampaikan janjinya itu setelah pasukan Israel dalam dua hari terakhir mengejar para tokoh garis keras Palestina, termasuk upaya pembunuhan dengan rudal dari helikopter terhadap Khaled Massaoud yang gagal Selasa lalu. Insiden yang diakui oleh militer Israel di suatu lokasi di utara Jalur Gaza itu menewaskan seorang warga Palestina dan melukai 20 lainnya. Militer Israel mengatakan operasi pengejaran dilakukan karena Massaoud bertanggung jawab atas serangan-serangan roket Qassam ke wilayah Israel. Abbas Juga Mengecam PM Abbas, Selasa lalu, juga mengecam aksi-aksi Israel tersebut yang dikatakannya hanya akan menyebabkan kembalinya siklus kekerasan balas kekerasan antara kedua belah pihak. Presiden Arafat awal pekan ini, melalui kepala keamanannya di Jalur Gaza, memerintahkan penghentian semua tembakan roket ke dalam wilayah Palestina. Mayjen Abdul Razak al Majaydeh melalui pernyataan tertulisnya mengatakan seluruh kekuatan yang berada di bawah komandonya telah diberi instruksi untuk mempertahankan ''keamanan dan stabilitas di seluruh kawasan perbatasan'' dan mencegah terjadinya sejumlah pelanggaran terhadap ketentuan itu. Sumber-sumber keamanan Palestina menyebutkan, instruksi tersebut dikeluarkan dengan tujuan mencegah terjadinya lagi penembakan-penembakan roket oleh kelompok garis keras Palestina ke sejumlah permukiman Yahudi. Tembakan-tembakan roket tersebut, yang diketahui kebanyakan dilakukan para anggota Hamas, umumnya hanya menjadi alasan bagi Israel untuk melakukan tindakan pembalasan lebih keras, kata mereka. Minggu lalu, pasukan Israel menewaskan empat warga Palestina lewat serangan-serangan helikopter tempur Israel setelah mereka diidentifikasi sebagai pelaku-pelaku serangan roket ke wilayah Israel. Roket Qassam Roket-roket buatan sendiri itu, yang disebut roket Qassam dan berkemampuan jarak tembak sekitar 5 km, kebanyakan tidak menyebabkan banyak korban di pihak Israel. Dalam serangan terakhir mereka, Minggu lalu, kaum garis keras Palestina menembakkan roket Qassam-2 dari Gaza dan jatuh di dekat sebuah pos keamanan di pantai Zikim, di dekat kota pantai Israel, Ashkelon. Empat warga Palestina tewas setelah sejumlah helikopter Apache Israel memergoki mereka sedang melintasi perbukitan. Mereka kemudian ditembaki dengan empat roket, tiga di antaranya langsung mengenai mereka, kata beberapa sumber. Pasukan keamanan Palestina mulai Sabtu lalu menutup terowongan-terowongan yang digunakan para pejuang untuk menyelundupkan senjata dari Mesir ke Jalur Gaza selatan, dan menangkap beberapa tersangka. Presiden AS, George W Bush, yang khawatir akan aksi kekerasan kedua pihak dalam pekan belakangan ini, mengimbau Palestina ''membongkar jaringan teroris'' sebagai mana ditetapkan oleh ''peta jalan'' bagi perdamaian yang dia dukung dalam KTT Timur Tengah 4 Juni lalu. Utusannya, John Wolf, sedang berunding di kawasan itu untuk berusaha meredakan ketegangan.(ant-46) |