
| Kamis, 28 Agustus 2003 | Internasional |
Korut Desak AS Jangan Macam-macamSEOUL - Korut mengingatkan, keberhasilan perundingan enam pihak mengenai isu nuklir - yang dimulai di Beijing, Rabu kemarin - bergantung pada sikap AS, lapor media Korut. Surat kabar Partai Komunis Korut, Rodong Sinmun, dalam tajuknya mengatakan Amerika hendaknya jangan mengajukan tuntutan macam-macam yang tidak masuk akal. Kepada wakil negara-negara lain peserta pertemuan itu, yakni Cina, Jepang, Korsel, dan Rusia, Pyongyang menyerukan agar mereka bekerja keras guna membantu tercapainya hasil-hasil yang penting. Pertemuan enam pihak tentang krisis nuklir Korut tersebut dimulai di ibu kota Cina, dengan fokus masalah berkisar pada upaya mempersempit perbedaan pandangan di antara Pyongyang dan Washington, menyangkut persoalan itu. ''Pembicaraan-pembicaraan ini merupakan permulaan baru, dan suatu proses untuk menyelesaikan isu nuklir secara damai,'' kata Wakil Menlu Cina Wang Yi, kepala delegasi Cina, dalam pidato pembukaan pertemuan. Selain Cina, delegasi-delegasi Korut, Korsel, AS, Jepang, dan Rusia, juga akan menyampaikan pidato setelah tuan rumah Cina, dalam sesi pembukaan pertemuan tiga hari itu, yang berlangsung di Wisma Negara Diaoyutai. Wang Yi menambahkan, pembicaraan enam pihak itu menunjukkan adanya langkah besar menuju penyelesaian isu nuklir Korut. Dia juga mengatakan, pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan tiga pihak, April lalu. Tuan rumah Cina memanfaatkan pertemuan itu untuk mendorong terlaksananya pertemuan bilateral AS-Korut dan Jepang-Korut. Dalam sesi pembukaan, delegasi Korut mengulangi lagi tuntutan Pyongyang, agar pakta nonagresi dengan AS diwujudkan, sebagai kompensasi dari kesediaan Pyongyang ''melayani'' Washington dalam soal isu nuklirnya. (ant-30) |