logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 28 Agustus 2003 Internasional  
Line

40 Tewas Terinjak di India

BOMBAY - Sedikitnya 40 orang tewas, ketika puluhan ribu peziarah Hindu terinjak-injak di perayaan Kumbh Mela di India barat, Rabu kemarin, kata para pejabat setempat.

''Sampai sejauh ini, jumlah korban sekitar 40 orang tewas dan lebih dari 50 terluka. Namun jumlah korban bisa saja bertambah. Masih banyak korban tewas yang diduga belum berhasil ditarik keluar dari massa yang berdesak-desakan secara tidak terkendali,'' kata Vijay Mathankar, seorang pejabat tinggi di kota suci Nasik, 130 km timurlaut Bombay, kepada Reuters.

Di Bombay sendiri, puluhan orang tewas Senin lalu dalam dua insiden peledakan bom. India menuding kaum militan yang berlindung di Pakistan, sebagai pelakunya.

''Banyak sekali korban yang terluka parah,'' kata Kripashanker Singh, menteri dalam negeri Negara Bagian Maharashtra. Sedikitnya 40 orang terluka, katanya, dari di Nasik.

Diperkirakan enam juta orang umat Hindu kemarin berkumpul di Nasik dan kota tetangganya, Trimbakeshwar, untuk memperingati salah satu hari paling suci dalam kepercayaan Hindu, yakni Kumbh Mela (Mandi Agung) di sungai.

Para saksi mata mengatakan, puluhan ribu peziarah saling dorong untuk mandi di Sungai Godavari. Barikade polisi tidak mampu menahan gerak maju dahsyat para peziarah yang datang dari berbagai penjuru India itu.

''Para korban tewas, sebagian besar kaum perempuan. Para petugas berusaha menemukan mayat-mayat yang tenggelam di sungai,'' kata JD Tambe, seorang polisi setempat, kepada Reuters.

Dia mengatakan massa mulai meningkat jumlahnya pada siang hari, dan saling desak pun terjadi ketika orang mulai dorong-mendorong berebutan ingin mandi di sungai itu.

Musibah tersebut merupakan bencana terburuk pada perayaan keagamaan serupa itu sejak 1986, saat mana 50 orang tewas di Sungai Gangga di Kota Haridwar, India utara.

Komisaris Polisi PT Lahor mengatakan kepada televisi ZEE, peristiwa memilukan kemarin itu terjadi, setelah para sadhu (orang suci Hindu) melemparkan beberapa koin perak ke dalam sungai, sebagai bentuk persembahan.

Banyak orang kemudian terjun ke sungai untuk mendapatkan koin-koin itu. Namun para pejabat yang lain mengatakan, bencana muncul setelah massa mendobrak barikade polisi.

Berkabung

Sementara itu, puluhan ribu orang yang berpakaian setelan hitam - sebagian menutup mulut mereka dengan kain hitam - kemarin berpawai di Bombay. Mereka melakukan ''aksi diam'' untuk mengutuk aksi bom mobil yang menewaskan 51 orang.

Lebih dari 3.000 demonstran berkumpul di Gerbang India, tempat salah satu bom meledak, Senin lalu. Mereka kemudian bergerak menuju kantor-kantor pemerintah di Negara Bagian Maharashtra.

''Para pelaku peledakan itu harus ditangkap dan ditembak di tengah jalan,'' teriak Roopali Dhongle (43), seorang ibu rumah tangga penganut Hindu, yang mengenakan pakaian sari hitam dengan bordir emas.

Banyak pria mengenakan kemeja hitam dan perempuan memakai sari hitam. Mereka bergabung bersama sekelompok besar wisatawan, penjual balon, dan pedagang asongan.

Kamlabai Pawar (43), seorang pedagang kembang, menangis ketika dia berjalan dengan baju masih bernoda darah, yang dia kenakan Senin lalu. Dia beruntung, hanya mengalami luka ringan.

''Orang-orang sangat marah. Itulah mengapa kami membuat respons seperti ini,'' kata Vijaybhai Girkar, ketua Partai Bharatiya Janata yang berhaluan nasionalis-Hindu.

Partai berkuasa tersebut mengorganisasikan aksi pawai itu bersama Partai Shiv Sena yang berhaluan garis keras. Barikade dan polisi bersenjata tongkat, menghentikan pawai itu sekitar 500 meter dari kantor-kantor pemerintah.

''Orang-orang menjadi emosional karena ledakan bom tersebut. Apa pun bisa terjadi bila ada ribuan orang bersatu seperti itu. Jadi, kami menghentikan mereka agar tidak bertindak lebih jauh,'' kata Inspektur Polisi Sambhaji Shinde, kepada Reuters.

Para demonstran duduk dan berdiri di sekitar kantor pemerintah untuk beberapa saat, sebelum bubar.(ben-30)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA