logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 28 Agustus 2003 Ekonomi  
Line

Produksi Ikan Turun tetapi Nilainya Naik

SEMARANG-Tingkat kerusakan lingkungan di perairan pantai utara Jateng sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan hutan bakau di kawasan tersebut hampir habis. Itu bisa dilihat pada kecenderungan penurunan produksi ikan.

Demikian dikemukakan oleh Kepala Subdin Pengelolaan Penangkapan Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng Ir H Ali Mulyono, Selasa lalu.

Data, lanjut dia, menunjukkan produksi perikanan tangkap di Jateng terus turun. Produksi tahun 1998 mencapai 259.517.637 kg, tetapi tahun 1999 turun menjadi 222.050.767 kg.

Kemudian tahun 2000 turun lagi menjadi 209.102.506 kg dan tahun 2001 sedikit meningkat, yakni menjadi 247.751.592 kg. Namun tahun 2002 turun lagi cukup mencolok karena produksinya 187.635.042 kg.

Dalam waktu lima tahun dari tahun 1998 sampai 2002 rata-rata penurunan produksi 6,50%/tahun. Meski produksi turun tetapi nilai produksi atau raman meningkat.

Tahun 1998, kata dia, nilai produksinya Rp 553.908.902.990, tahun 1999 Rp 585.574.533.955, tahun 2000 Rp 578.957.084.392, tahun 2001 Rp 716.781.858.155, dan tahun 2002 Rp 606.083.767.490. Kenaikan itu disebabkan oleh kualitas produksi yang membaik.

Penyebab penurunan produksi tersebut, lanjut Ali Mulyono, adalah kerusakan lingkungan. Misalnya kerusakan terumbu karang, hutan bakau makin habis, dan diperparah lagi oleh nelayan yang kurang menaati aturan, khususnya dalam penggunaan dan cara pengoperasian alat tangkap.

Untuk memecahkan masalah itu, pihaknya telah mengadakan kegiatan pemasangan terumbu karang buatan dan rumpon ikan di perairan sejauh 6 mil, serta penghutanan daerah pantai dengan tanaman bakau.

''Selain itu, penertiban alat tangkap ikan dan daerah operasi kapal nelayan, peningkatan kekuatan mesin kapal,'' jelasnya.(jl,ad-76,53)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA