
| Kamis, 28 Agustus 2003 | Ekonomi |
Penurunan Bunga KPR Mulai DiresponsSEMARANG-Penurunan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) oleh perbankan mulai direspons. Meski belum diketahui pasti jumlah komitmen kredit yang akan dikucurkan, beberapa pengembang sudah menyatakan niatnya memanfaatkan kredit itu selain konsumen ritel. Sukoriyanto Saputro, Kepala Kanwil VII Bank Mandiri Jateng dan DIY menuturkan, sejak suku bunga kredit KPR diturunkan menjadi 13%, banyak pengembang yang tertarik untuk mengajak bekerja sama dengan pihaknya. ''Paling tidak sudah ada lima pengembang yang melakukan pembicaraan dengan staf marketing kami dan akan ditindaklanjuti,'' tutur dia, kemarin. Di samping itu, lanjut dia, tidak sedikit konsumen atau user langsung yang berminat mendapat kredit dari Bank Mandiri. Namun jumlahnya belum bisa disebutkan karena setiap hari selalu bertambah. ''Bunga KPR 13% memang termasuk sangat rendah sehingga menarik minat masyarakat untuk mengakses,'' tambahnya. Tentang perhitungan mengapa bunga bisa ditekan hingga 13%, dia tidak bersedia menyebutkan secara terperinci. Namun, perhitungan tersebut sudah dilakukan secara matang, termasuk berkait dengan efisiensi kinerja bank. Ia menuturkan, suku bunga kredit itu diharapkan bisa menggairahkan sektor properti di Jateng sehingga mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi di provinsi ini. Produk pinjaman bernama Graha Mandiri, tutur dia, diberikan kepada perorangan untuk keperluan pembelian rumah baru atau bekas, atau membeli rumah susun/ruko/apartemen yang dijual melalui pengembang dan bukan pengembang. Besar kredit yang diberikan, ujar dia, minimal Rp 25 juta dan maksimal Rp 1 miliar dengan jangka waktu pengembalian kredit disesuaikan dengan kemampuan penerima hingga maksimum 15 tahun. Cukup Bagus Setiadi, Wakil Pemimpin Bank BRI Semarang Cabang Pandanaran menambahkan, meski pihaknya baru mengeluarkan produk KPR dua bulan lalu, respons masyarakat cukup bagus. ''Mereka tertarik karena kecepatan pelayanan yang kami berikan dan bunga yang sangat kompetitif,'' ungkap dia. KPR BRI, lanjut dia, selain untuk pembelian rumah dan pembangunan rumah baru juga memberikan kredit untuk renovasi rumah. Plafon yang disediakan bervariasi, mulai Rp 10 juta hingga Rp 500 juta. ''Jangka waktu kredit fleksibel, yakni maksimal 20 tahun, sehingga pembayaran disesuaikan dengan kondisi keuangan masyarakat. Di samping itu, dimungkinkan pelunasan sebagian atau seluruh pinjaman sebelum jatuh tempo,'' jelasnya. Ketua DPD REI Jateng, Djoko Slamet Utomo mengatakan, kemerebakan perbankan yang memberikan bunga KPR rendah akan lebih membuka peluang bagi bisnis properti di Jateng untuk kembali berkembang. Sebab, selama ini masalah kesulitan pembiayaan masih menjadi kendalan utama pemulihan bisnis properti, setelah lesu berkepanjangan akibat diterpa krisis ekonomi. ''Dengan demikian pengembang yang selama ini menurunkan aktivitas usahanya bisa kembali membangun rumah." (G2-53i) |