logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 28 Agustus 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

PDAM Kaget Terima Tagihan Rp 299 Juta

TEGAL- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tegal kaget menerima tagihan pembelian air dari Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Jateng di Slawi. Sebab, perhitungan pembelian air Juli lalu terlalu tinggi, sekitar Rp 299 juta. Padahal, menurut perhitungan PDAM, hanya sekitar Rp 209 juta. Jadi ada selisih Rp 90 juta.

Karena itulah PDAM Kota Tegal menunda pembayaran tagihan. PDAM menduga tagihan melonjak kemungkinan berkait dengan kerusakan meteran pembacaan penggunaan air milik PDAB di luar kota. Yakni, di pinggir jalan Kelurahan Debong Tengah, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal. Kedua pihak merasa sama-sama benar. Untuk mengatasi persoalan itu, kemarin diadakan rapat di PDAM Kota Tegal. Hadir Direktur Teknik PDAB Agus Purwanto.

Direktur Utama PDAM M Agus Santoso seusai rapat tak dapat dihubungi di kantornya. Namun Direktur Keuangan H Sugiarto menuturkan kemarin memang ada rapat. Mereka membahas perbedaan tagihan itu. PDAB menagih sekitar Rp 299 juta, sedangkan perhitungan PDAM hanya Rp 209 juta.

Sugiarto mengatakan, dalam rapat ada kesepakatan bahwa pembayaran ditunda, menunggu hasil perhitungan bulan berikutnya. Yakni, pemakaian air pada Agustus. Sebab, PDAB telah mengganti meteran di Kelurahan Debong Tengah. Jika perhitungan tagihan Agustus yang harus dibayar September besar, tagihan yang dipakai adalah perhitungan PDAB, Rp 299 juta. Jika sebaliknya, tagihan yang diberlakukan berdasar perhitungan PDAM, Rp 209 juta.

''Untuk menghindari perbedaan tagihan susulan, pengecekan pemakaian air Agustus ini dilakukan PDAM dan PDAB bersama-sama di lokasi meteran,'' ujar Sugiarto. Karena itulah, September nanti PDAM membayar tagihan dua bulan sekaligus, Juli dan Agustus.

Dia menyatakan kaget menerima tagihan besar, karena Agustus aliran air kecil, hanya 0,2 bar. Padahal, dalam kondisi normal lebih dari satu bar. Aliran air kecil, kata dia, kemungkinan karena pengaruh musim kemarau , selain ada pipa air di sumber air Desa Kaligiri, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, bengkok akibat faktor alam.

Direktur Keuangan PDAB Basuni menyatakan memang ada perbedaan perhitungan pemakaian air. Dia menagih PDAM sekitar Rp 299 juta berdasar data bagian teknik. ''Alat meter pemakaian air yang rusak di Kelurahan Debong Tengah sudah kami ganti dengan yang baru.'' (aj-80g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA