logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 28 Agustus 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Master Plan Kolam Renang Pengganti Segera Dibuat

PURWOKERTO - Meski ruilslag atau tukar guling kompleks Kolam Renang Tirta Kembar di Jalan dr Angka Purwokerto belum ditetapkan oleh Pemkab dan DPRD Banyumas, KONI Banyumas, Dinas Cipta Karya, dan Dinas Pendidikan telah diminta untuk membuat master plan (rencana) pembangunan kolam renang pengganti di kompleks GOR Satria.

Rabu kemarin, Ketua DPRD dr Tri Waluyo Basuki dan Ketua KONI Drs Sukardi MOR melakukan pertemuan informal membahas persoalan itu.

Sukardi, seusai pertemuan mengemukakan, hasil pertemuan itu telah ada kesepahaman. Apabila ruilslag dilakukan, kolam renang pengganti akan dibangun lebih dahulu.

Siapa yang akan membangun? Dia mengatakan, sesuai dengan mekanisme ruilslag, yang membangun investor yang meruilslag kolam renang Tirta Kembar. ''Mekanisme itu harus dilalui,'' tandasnya.

Dia mengungkapkan, Pemkab tidak mau hanya karena ruilslag, prestasi renang di Banyumas amburadul. Selama ini, kolam renang Tirta Kembar telah menyumbangkan beberapa atlet renang tingkat nasional.

Sea Games 2003 di Vietnam nanti, Banyumas menyumbangkan tiga atlet olahraga air tersebut. Dua orang dari cabang renang dan seorang cabang polo air. Mereka adalah Doni Budi Utomo dan Billy Arfianto (renang) serta Handoyo Sugiono (polo air).

Sebelumnya, atlet renang lainnya yang merupakan produk kolam renang Tirta Kembar adalah Meitri W Pangestika, Albert Susanto, dan Felik Susanto.

Peringkat Tiga

Selama Porda Jateng pun demikian. Renang menjadi pendongkrak Kabupaten Banyumas untuk menduduki juara dua dalam porda itu. Porda 1987, cabang renang menyumbangkan 17 medali emas dari 18 medali emas yang diperoleh Banyumas, sehingga berhasil menduduki peringkat tiga. Padahal dalam porda sebelumnya menduduki peringkat ke-13.

Porda 1991, 1995, dan 2001, cabang renang mendominasi perolehan medali emas, sehingga mengantar Kabupaten Banyumas menjadi peringkat kedua dalam tiga porda terakhir tersebut.

''Obsesi kami, dalam Porda 2005 ingin menggeser Semarang yang selalu menduduki peringkat satu. Jadi dengan ruilslag, kami berharap tidak mengganggu target tersebut. Karena itu, sebelum kolam renang pengganti selesai dibangun, kolam renang yang ada jangan digusur dulu,'' kata dia.

Menurut penuturannya, dalam master plan yang akan dirancang, kolam renang akan dibuat menjadi lebih baik. Apabila ruilslag sudah disetujui sebelum akhir tahun ini, dia berharap anggaran pembangunan kolam renang pengganti sudah masuk dalam APBD 2004.

Dia menuturkan, dalam layout perencanaan pengembangan prasarana olahraga di kompleks GOR Satria, pembangunan kolam renang akan dilakukan di sebelah barat bagian tengah dari Stadion Satria. Adapun di sebelah utara gelanggang indoor dibangun asrama atlet dan sasana olahraga lainnya.

Data di Dinas Cipta Karya, luas kompleks GOR Satria di Jalan Soeharso adalah 12,052 ha. Kompleks tersebut sudah berdiri stadion sepakbola, gelanggang indoor, dan prasarana olahraga panjat dinding. (G17-20s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA