logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 28 Agustus 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Bandar Narkotik dan Obat Terlarang Ditembak

PURWOKERTO - Seorang bandar narkotik yang baru turun dari kereta api di stasiun Purwokerto, Rabu (27/8) dini hari kemarin ditembak. ''Kami terpaksa menembaknya karena dia akan lari,'' kata Kapolres Banyumas AKBP Drs LOM Marpaung didampingi Kasat Narkoba AKP Sugiyono SH, Rabu.

Dia menjelaskan, tersangka pengedar itu adalah Santosa Al Tosa (27), warga Jl Rajawali, Kober, Purwokerto Selatan. Tersangka ditembak kaki kanannya karena melawan dan berusaha lari. ''Setelah ditembak, dia tidak bisa lari, kemudian kami tangkap,'' jelasnya.

Dari tangan tersangka, polisi menyita tiga gram putauw yang disimpan di saku celana. Dengan barang bukti itu, dia yang selama ini menjadi target operasi polisi tak bisa mengelak lagi. ''Ketika menangkap tersangka, kami dikira sedang menangkap copet.''

Polisi juga menangkap Suroso (26), warga Bancarkembar, Purwokerto Utara. Dia saat itu baru tiba dari Jakarta bersama Tosa untuk kulakan putauw. Dia membawa putauw 0,5 gram. Barang terlarang itu disimpan dalam dompet dan dilipat bersama uang Rp 10.000.

Kedua tersangka itu membeli putauw di Jakarta seharga Rp 400.000/gram. Kemudian tiap gram diracik dan dibuat 20 paket kecil, lalu dijual seharga Rp 45.000/paket. Harga itu sangat terjangkau bagi mahasiswa.

Polisi juga menyita satu alat suntik putauw. Alat itu, kata AKP Sugiyono, baru saja mereka gunakan di KA dalam perjalanan Jakarta-Purwokerto. Tosa dan Suroso mengaku alat suntik itu terus mereka bawa untuk mengantisipasi bila sakaw dalam perjalanan.

Ucapan Selamat

AKBP Marpaung mengatakan, dua tersangka selama ini diburu polisi, tapi petugas sulit menemukan mereka karena selalu berpindah-pindah. Tosa yang selama ini menjadi pemimpin kelompok itu sering menginap di kos mahasiswa di sekitar kampus.

Dia juga mempunyai tiga kos dan sering tidur berpindah untuk mengelabui petugas. ''Kosnya saya geledah tapi tidak ada barang bukti,'' jelasnya.

Dengan penangkapan dua tersangka itu, kata AKP Sugiyono, banyak mahasiswa yang memberikan ucapan selamat. ''Ada mahasiswa yang datang ke rumah dan ada yang menemui anggota di kantor. Mereka senang kedua tersangka ditangkap karena sering membuat resah di kalangan mahasiswa,'' jelasnya.

Dia menjelaskan, setiap kali ada kasus narkotik, para pemakai selalu melemparkan pada Tosa. ''Jadi, Tosa selama ini yang memasok putauw dan sejenisnya kepada mahasiswa,'' katanya.

Mahasiswa membeli karena barang itu murah sehingga terjangkau. Mereka biasanya membeli satu paket seharga Rp 45.000, kemudian memakainya bersama-sama. Mahasiswa membeli barang haram itu dengan cara urunan. ''Saya berharap dengan ditangkapnya dua pengedar ini, pasokan putauw ke mahasiswa berkurang,'' kata AKP Sugiyono. (in-20c)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA