
| Kamis, 28 Agustus 2003 | Jawa Tengah - Banyumas |
PDAM Kirim Air Bersih 1.152 Tangki
PURBALINGGA- Kemarau yang sudah berlangsung beberapa bulan ini mengakibatkan ribuan keluarga di Purbalingga kesulitan mendapatkan air bersih. Karena itu, PDAM menyiapkan air 1.152 tangki untuk desa-desa yang membutuhkan air minum itu. Dari 1.152 tangki itu, 652 tangki bantuan dari provinsi dan sisanya dari Pemkab. Direktur Utama PDAM Drs Hardi Wibowo MSi mengatakan, rencananya air di tangki-tangki itu didrop untuk 67 desa di 11 kecamatan. Menurut data yang masuk, ada empat kecamatan yang belum mengajukan permohonan pengiriman air bersih, yaitu Kota, Kalimanah, Padamara, dan Bukateja. Hingga Rabu (27/8) sudah lebih dari 100 tangki air dikirim ke berbagai desa. Menurutnya, rencana pengedropan 1.152 tangki air itu dari pertengahan Agustus hingga Januari 2004. Namun jumlah air yang didrop itu mungkin tidak sebanyak itu jika pada pertengahan rentang waktu itu sudah hujan. Sebagai perbandingan, pada 2003 lalu PDAM hanya mengedrop air 400 truk tangki. ''Permintaan pengiriman tangki air dari kecamatan-kecamatan sangat banyak. Tapi tidak semua bisa kami penuhi. Kami juga telah melakukan survei ke kecamatan-kecamatan. Ternyata ada desa yang belum terlalu membutuhkan air PDAM. Karena itu, kami penuhi permintaan itu secara rata,'' jelas Hardi. Tidak Siap Indikasi masyarakat tidak siap atau belum butuh air bersih bisa dilihat ketika truk datang: tidak ada masyarakat yang menyambut. Tidak ada ember ataupun jerigen yang berderet di depan rumah warga. Padahal, pemberitahuan droping itu sudah dikirim ke kecamatan. Itu terjadi di Desa Tlahab Lor dan Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja. ''Hal itu mungkin karena sumur-sumur warga masih ada airnya meski tinggal sedikit. Jadi, tampaknya ada kecamatan yang mengajukan permohonan pengiriman air bersih hanya berdasarkan jumlah keluarga atau jiwa. Kami tahu setelah kami melakukan survei seusai pengedropan air,'' jelasnya. Dia menambahkan, PDAM mempunyai dua truk tangki dan satu truk pinjaman yang berkapasitas lima meter kubik dan empat meter kubik. Namun hanya satu truk yang bagus. Karena itu, PDAM terpaksa mengurangi isi tangki ketika memenuhi permintaan air bersih dari desa-desa yang medannya sangat sulit dilalui. ''Prinsip kami seperti perintah Pak Bupati, semua daerah yang butuh air harus dikirimi air bersih. Namun kami tidak berani memaksa truk tangki membawa muatan penuh jika mengirim air ke wilayah yang medannya berbahaya. Daripada nanti terjadi kecelakaan, malah banyak desa yang tidak bisa terlayani,'' ujarnya. Hardi mengatakan, masyarakat yang membutuhkan droping air bersih sama sekali tidak ditarik biaya. Biaya satu tangki Rp 70.000 sudah dipenuhi Pemkab dan Pemprov. (F10-20c) |