
| Kamis, 28 Agustus 2003 | Jawa Tengah - Muria |
Pemkab Blora Diminta Usahakan Sumur ArtetisBLORA- Setelah tertunda dua kali, sidang paripurna DPRD dengan agenda penentuan sikap Dewan terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Bupati 2002, kemarin digelar. Tidak ada permasalahan berarti, semua fraksi di DPRD menerima dengan usul ataupun saran seputar penanganan kekeringan. Fraksi PKB mengusulkan kepada Pemkab, dalam mengatasi kekeringan hendaknya mengusahakan dua sampai lima sumur artetis. Biaya pembuatan sumur dapat dimasukkan ke dalam perubahan anggaran 2003. Untuk sementara, saat ini diharapkan Pemkab sesegera mungkin mengedrop air bersih ke daerah-daerah yang sangat kritis. Fraksi Golkar dengan juru bicara Rawuh Siswanto menilai, bantuan dengan mengirim truk tangki berisi air ke daerah krisis air selama ini lebih bersifat spontan dan sporadis. Justru yang terpenting, petani mendapat informasi rutin, sehingga dampak kekeringan, yaitu ketersediaan pangan yang berkurang dapat diantisipasi. Tim penanggulangan kekeringan diharapkan lebih solid dalam bergerak, sehingga bantuan air bersih bisa merata didistribusikan ke desa-desa yang membutuhkan. Sumur Bor Sementara itu, Fraksi PDI-P dengan juru bicara Djoko Supratno mengemukakan, perlunya alokasi dana dari Pemkab untuk membantu pembiayaan pembuatan sumur bor. Mengingat kondisi alam yang ada saat ini, kekeringan melanda sebagian besar wilayah kecamatan di Blora, perlu adanya tindakan nyata. Fraksi PDI-P mengusulkan, perlu sharing pendanaan dengan swasta. ''Dengan catatan, pengelolaannya tetap oleh Pemkab, sehingga BUMD yang ada bisa terbantu dari segi manajemen.'' Dia mengatakan, pada 2001 PDAM selaku BUMD telah mendapat kucuran dana yang tidak sedikit, tapi pelayanan airnya belum bisa memuaskan khalayak umum. Djoko mengemukakan, kondisi seperti itu menimbulkan pertanyaan, apakah memang di Blora sulit diperoleh sumber air .(ud-58j) |