
| Kamis, 28 Agustus 2003 | Jawa Tengah - Muria |
Pembangunan Kolam Renang Mengecewakan
REMBANG - Pembangunan kolam renang di Taman Kartini yang menghabiskan Rp 1,1 miliar, dinilai kurang memenuhi syarat. Sebab, kualitas bangunan tersebut kurang bagus. Meski baru dioperasikan empat bulan, kini bangunan itu sudah banyak yang retak. Selain itu, air kolam menjadi tak sehat karena saluran pembuangan tidak berfungsi baik. Masalah tersebut menjadi sorotan anggota DPRD Rembang, sebab keberadaan kolam renang itu dibutuhkan sebagai sarana olahraga dan rekreasi. "Kita bangga mempunyai kolam renang yang representatif. Sayangnya, kualitas bangunan tersebut mengecewakan," ujar Daenuri, anggota DPRD Rembang dari Fraksi PPP. Paryanto, Ketua Fraksi PDI-P mengatakan, pembangunan kolam renang yang menghabiskan dana banyak itu tidak menghasilkan kualitas yang baik. Hal itu perlu menjadi koreksi pemerintah daerah agar cepat membenahinya. Sebab, kolam renang tersebut merupakan aset daerah yang sudah disetujui bersama. "Pembangunan kolam renang memang menjadi komitmen kita bersama. Namun, kalau kualitas bangunan jelek, pemerintah daerah harus cepat-cepat memperbaiki. Sebab, pembangunan itu merupakan satu rangkaian dengan pengembanan wisata Kawasan Bahari Terpadu kita," kata anggota Komisi A DPRD Rembang itu. Tak Ada Masalah Menanggapi permasalahan tersebut, Bupati H Hendarsono menyatakan, tidak ada masalah dengan bangunan kolam renang. Tidak ada bangunan yang retak atau alat yang tidak berfungsi. Malah saluran air pada kolam renang sudah menggunakan teknologi modern. Kalaupun airnya sedikit kuning sehingga terlihat kurang sehat, itu karena pengaruh lampu kolam yang berwarna kuning. "Tidak ada masalah dengan kondisi bangunan di kolam renang. Jika ada sinyalemen bangunan retak atau fasilitas tidak berfungsi, kami sepakat mengadakan klarifikasi antara kita, Dewan, dan instansi terkait di Kabupaten Rembang ini," terangnya. Dia mengatakan, sebagai sarana olahraga dan rekreasi, kolam renang banyak peminatnya. Dengan demikian hal itu mampu meningkatkan pendapatan daerah. Dalam sehari, rata-rata pengunjung bisa mencapai 182 orang dengan pendapatan Rp 745 ribu. Karena itu, dalam enam bulan setelah dibuka, Pemkab menargetkan pendapatan Rp 150 juta. "Kolam renang dibuka 6 Juli lalu. Pada 24 Agustus, pendapatan sudah Rp 35.765.500. Karena itu, pengelolaan tersebut akan terus kita tingkatkan agar bisa mencapai target Rp 150 juta dalam enam bulan," katanya. (H13-58i) |